Jumat, 28 Agustus 2026 | 06:30
NEWS

100 Rumah Diresmikan, Warga Domande Sambut Menteri Transmigrasi

100 Rumah Diresmikan, Warga Domande Sambut Menteri Transmigrasi
Menteri Transmigrasi Muhamad Iftitah Sulaiman Suryanagara berbaur ikut tarik tambang di Kampung Domande, Distrik Malind Kabupaten Merauke (Dok Winona)

ASKARA - Wajah sukacita terlihat di Kampung Domande, Distrik Malind, Kabupaten Merauke, ketika masyarakat setempat menyambut kedatangan Menteri Transmigrasi RI Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, Kamis (27/8/2026).

Kedatangan Menteri Transmigrasi tersebut dalam rangka meresmikan 100 unit rumah bagi masyarakat lokal yang dibangun dengan fasilitas pendukung oleh Kementerian Transmigrasi RI. Bantuan perumahan ini menjadi bagian dari perhatian pemerintah pusat terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat di kawasan pesisir Domande yang berdampingan dengan Kampung Keiburse dan Onggari.

Seratus rumah yang diresmikan dilengkapi sejumlah fasilitas dasar, antara lain MCK, sumur sebagai sumber air bersih, serta tempat ibadah. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan lingkungan hunian yang lebih layak sekaligus mendukung kehidupan masyarakat setempat.

Peresmian disaksikan Bupati Merauke Yoseph Bladip Gebze, SH, LLM, Sekretaris Jenderal Kementerian Transmigrasi RI Dr. Cris Kuntadi, S.E., M.M., Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi ESDM Provinsi Papua Selatan Lambertus Fatruan, ST., Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Merauke Keliopas Ndiken, S.STP., Kepala Distrik Malind, Danramil Kumbe, Kapolsek Kumbe, Perwira Pos AL Kumbe, Kepala Kampung Domande, serta masyarakat setempat.

Bupati Merauke menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya pembangunan 100 rumah tersebut. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Transmigrasi beserta jajaran atas perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Merauke.

Bagi masyarakat Domande, bantuan tersebut bukan sekadar pembangunan fisik. Rumah yang dilengkapi fasilitas dasar memberikan harapan baru bagi keluarga untuk menjalani kehidupan dengan kondisi hunian yang lebih layak.

“Perumahan ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi merupakan wujud kerja sama dan menjadi awal dari harapan serta masa depan keluarga yang lebih sejahtera,” kata Iftitah.

Iftitah, yang merupakan purnawirawan TNI AD dan pernah berkiprah di dunia usaha properti serta pemerintahan, diketahui telah mengunjungi Kampung Domande pada 24 Desember 2025. Dalam kunjungannya kali ini, ia kembali berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Dukungan masyarakat adat terhadap program tersebut juga ditunjukkan melalui keterlibatan sejumlah pemilik hak ulayat yang ikut menandatangani prasasti peresmian. Mereka antara lain Petrus A. Kaize, Charles E. Kaize, Yosepus Mahuze, Martinus Balagaize, dan Yohanis Y. Ndiken.

Suasana peresmian semakin meriah karena dikemas dalam nuansa perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Menteri Iftitah bahkan berbaur bersama masyarakat dengan mengikuti lomba tarik tambang dan menyaksikan pertandingan panjat pinang.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan dari 20 perguruan tinggi mitra Kementerian Transmigrasi, di antaranya ITS, IPB, UI, UGM, UB, UNPAD, UNDIP, UNAIR, dan UNHAS. Hadir pula puluhan anggota Tim Ekspedisi Patriot yang merupakan para sarjana yang mendedikasikan diri untuk tinggal dan berinteraksi bersama masyarakat di kawasan transmigrasi lokal.

Salah seorang warga Domande, Oli Gebze, mengaku bersyukur kampungnya mendapatkan bantuan perumahan tersebut. Ia menyebut fasilitas yang tersedia membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih nyaman.

“Kitorang bisa menikmati rumah yang layak huni, listrik, kamar mandi yang bagus dan ada air bersih yang dekat dengan rumah. Senang sekali. Bapa juga bisa tanam-tanam sayur di samping rumah dan pelihara ayam,” ujar Oli kepada Askara.

Peresmian 100 rumah tersebut sekaligus menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat adat, perguruan tinggi, dan masyarakat lokal dalam mendorong pembangunan kawasan transmigrasi. Bagi warga Domande, rumah-rumah baru itu diharapkan menjadi titik awal kehidupan yang lebih baik tanpa meninggalkan identitas dan kehidupan sosial masyarakat setempat.

 

Komentar