132 Dai Muda Diterjunkan ke Pelosok Negeri, Permata Bank Syariah dan Dewan Dakwah Hidupkan Dakwah Berdaya
ASKARA – Komitmen memberdayakan masyarakat di titik terluar Indonesia kembali ditegaskan. UPZDK Permata Bank Syariah resmi menjadi Mitra Utama program Dakwah Pedalaman yang diinisiasi Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII).
Dalam rilis yang diterima redaksi, Senin (24/8), sinergi ini bukan sekadar seremonial. Wujud nyatanya adalah beasiswa berkelanjutan bagi para dai, pengiriman 132 dai muda ke pelosok, hingga pembangunan infrastruktur dasar seperti masjid, panel surya, dan sumur air bersih.
Langkah besar itu mengemuka dalam acara Pelepasan 132 Dai dan Tasyakur 55 Tahun Dakwah Pedalaman DDII yang digelar di Jakarta, Sabtu, 15 Agustus 2026. Ratusan dai tersebut akan hidup dan mendampingi langsung masyarakat yang masih terbatas akses pendidikan, kesehatan, dan layanan dasar selama dua tahun ke depan.
Tim UPZDK Permata Bank Syariah, Hadi Wijaya menegaskan, kemitraan ini adalah ikhtiar pemerataan kesejahteraan.
"Kami dari UPZDK Permata Bank Syariah insyaallah akan terus mendukung kegiatan ini karena sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di pedalaman. Kami mendoakan para dai dan daiyah senantiasa istiqamah dan semangat menegakkan agama Allah, serta memberikan literasi keagamaan yang mencerdaskan bangsa," ujar Hadi.
"Insyaallah sehat selalu dan berkah untuk kita semua, barakallahu fiikum," tambahnya.
Kemitraan strategis ini telah berjalan berkelanjutan. Sepanjang 2024, 2025, dan berlanjut di 2026, UPZDK Permata Bank Syariah menjaga keberlangsungan beasiswa para dai dan telah mendirikan tiga bangunan masjid di daerah tertinggal.
Tahun ini, dampaknya diperluas. Bantuan Dakwah Pedalaman kini mencakup penyaluran sembilan panel surya dan pembangunan sembilan sumur air bersih di sembilan titik yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
Ketua Umum Dewan Dakwah, Dr. Adian Husaini, mengapresiasi dukungan tersebut. Menurutnya, gerakan yang dirintis Mohammad Natsir sejak 1967 ini telah berevolusi.
"Dakwah tidak hanya menyampaikan nilai keagamaan, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata melalui kepedulian, pelayanan, dan pendampingan masyarakat," tegas Dr. Adian.
Dakwah yang Menggerakkan SDGs
Menariknya, kiprah para dai di lapangan sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Untuk SDG 4 Pendidikan Berkualitas, ekosistem pendidikan Dewan Dakwah tercatat telah membebaskan lebih dari 117.979 warga dari buta aksara Al-Qur'an.
Untuk SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, para dai menjadi fasilitator program Nur Health Connection, layanan telemedicine bertenaga surya yang menghubungkan warga pedalaman langsung dengan dokter jaga di Jakarta.
Sementara untuk SDG 6 Air Bersih dan Sanitasi, kolaborasi bersama LAZNAS Dewan Dakwah telah berhasil membangun 395 sumur dan 30 fasilitas MCK layak pakai.
Adapun 132 dai yang dilepas merupakan sarjana lulusan STID Mohammad Natsir. Mereka bukan dai karbitan, mereka telah ditempa melalui dua tahun pendidikan asrama dan dua tahun pengabdian aktif di masjid-masjid sebelum diterjunkan.
Momentum pelepasan yang bertepatan dengan HUT ke-81 RI ini menjadi simbol nyata mengisi kemerdekaan, memastikan tidak ada satu pun warga di pelosok yang tertinggal dari akses ilmu, layanan, dan cahaya harapan.

Komentar