Selasa, 11 Agustus 2026 | 02:02
COMMUNITY

MHT ke-52 Masuk Tahap Final, Dua Kategori Khusus Jadi Sorotan

MHT ke-52 Masuk Tahap Final, Dua Kategori Khusus Jadi Sorotan
Ketua PWI Jaya Kesit B Handoyo bersama Dewan Juri dan Panitia MHT (PWI)

ASKARA Persaingan karya jurnalistik terbaik dalam Anugerah Jurnalistik Muhammad Hoesni Thamrin (MHT) ke-52 PWI Jaya 2026 memasuki babak akhir. Dua kategori khusus, “Menyongsong 5 Abad Jakarta” dan “Literasi Bank Jakarta”, kini menjadi perhatian dewan juri sebelum pemenangnya diumumkan pada malam penghargaan.

MHT ke-52 tahun ini tidak sekadar menjadi arena kompetisi karya jurnalistik. Di balik setiap karya yang dinilai, terdapat upaya wartawan merekam perubahan Jakarta, membaca persoalan masyarakat, sekaligus menyampaikan gagasan tentang kota yang sedang menuju usia lima abad.

Secara keseluruhan, MHT 2026 mempertandingkan tujuh kategori umum, yakni Tajuk Rencana, Foto, Teks, TV Terestrial, TV Streaming, Infografis, dan Radio. Dua kategori khusus melengkapi kompetisi tersebut, yaitu “Menyongsong 5 Abad Jakarta” serta “Literasi Bank Jakarta”.

Untuk dua kategori khusus, proses penjurian dilakukan Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo bersama Bagus Sudarmanto dan Irma Octavia, dengan dukungan staf Eka Ardimiyati. Penilaian tidak hanya melihat kualitas teknis karya, tetapi juga relevansi tema, kedalaman informasi, nilai jurnalistik, serta manfaatnya bagi masyarakat.

Kategori “Menyongsong 5 Abad Jakarta” memberi ruang bagi wartawan untuk melihat Jakarta dari berbagai sisi, mulai sejarah, perubahan wajah kota, identitas, persoalan perkotaan hingga harapan terhadap masa depan Jakarta menjelang usia 500 tahun pada 2027.

Sementara itu, kategori “Literasi Bank Jakarta” mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat, terutama literasi keuangan, pengembangan UMKM dan digitalisasi. Kategori ini mendapat dukungan Bank Jakarta sebagai sponsor khusus.

Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo mengatakan MHT memiliki makna lebih luas daripada sekadar memberikan penghargaan kepada karya terbaik. Menurutnya, pers memiliki tanggung jawab untuk terus merekam perjalanan Jakarta dan menghadirkan informasi yang memberikan manfaat bagi publik.

“MHT bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga momentum untuk memperkuat peran pers dalam merekam perjalanan Jakarta dan memberikan informasi yang berkualitas kepada masyarakat,” kata Kesit.

Dukungan terhadap MHT ke-52 juga datang dari berbagai mitra strategis. Ketua Panitia MHT Awards 52-2026, Arman Suparman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut menopang penyelenggaraan ajang jurnalistik tersebut.

Menurut Arman, dukungan tahun ini bahkan disebut lebih besar dibandingkan penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya. Dukungan antara lain datang dari Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Achmad, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri, Dr. Bryan, Djarum Foundation, PLN UID Jakarta Raya, Japfa Indonesia, Telkom, PT ASDP, Prima Natuna EP, Kupec Indonesia (Anambas) B.V., PetroChina Jabung, Prudential, Gulavit, Ancol, Pertamina EP, Pertamina Hulu Energi, PT Pelni, Blue Bird, PT Pelindo, Yayasan Wijaya Peduli Bangsa, serta anggota DPD RI Alfiansyah Bustami alias Komeng.

Secara khusus, Arman mengapresiasi Bank Jakarta yang memberikan dukungan sebagai sponsor kategori “Literasi Bank Jakarta”. Antusiasme media terhadap kategori tersebut dinilai menunjukkan bahwa isu literasi keuangan semakin mendapat tempat dalam karya jurnalistik.

“Terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan. Dukungan tahun ini bahkan melampaui tahun-tahun sebelumnya,” ujar Arman.

Seluruh hasil penjurian akan bermuara pada Malam Anugerah Jurnalistik Muhammad Hoesni Thamrin ke-52 yang dijadwalkan berlangsung Kamis, 27 Agustus 2026 di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta. Para pemenang akan menerima penghargaan yang rencananya diserahkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

MHT ke-52 akhirnya bukan hanya tentang siapa yang membawa pulang piala. Lebih jauh, penghargaan ini menjadi pengingat bahwa di tengah Jakarta yang terus berubah, ada wartawan yang setiap hari mencatat denyut kotanya, mengabadikan sejarah, mengkritisi persoalan, dan menjaga agar perjalanan menuju lima abad Jakarta tidak kehilangan cerita tentang manusianya.

 

Komentar