Sabtu, 25 Juli 2026 | 22:55
MILITER

Pembangunan Jembatan Garuda Tahap III di Linge Capai 82,54 Persen

Pembangunan Jembatan Garuda Tahap III di Linge Capai 82,54 Persen
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III di Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, terus menunjukkan kemajuan signifikan (Dok Penrem)

ASKARA - Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III di Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, terus menunjukkan kemajuan signifikan. Hingga Sabtu (25/7/2026) pukul 17.00 WIB, progres fisik pembangunan jembatan yang menjadi penghubung dua desa di wilayah pedalaman Gayo itu telah mencapai 82,54 persen.

Jembatan sepanjang 110 meter dengan lebar 1,2 meter dan tinggi 4 meter tersebut dirancang mampu menahan beban hingga satu ton. Bentangan jembatan melintasi sungai selebar sekitar 90 meter dan diharapkan menjadi akses vital bagi masyarakat di Kecamatan Linge yang selama ini menghadapi keterbatasan sarana transportasi.

Berdasarkan laporan kepada Danrem 011/Lilawangsa, pembangunan jembatan akan memberikan manfaat bagi sedikitnya 745 jiwa yang tersebar di dua desa, yakni 335 jiwa atau 97 kepala keluarga di Desa Reje Payung serta 410 jiwa atau 131 kepala keluarga di Desa Jamat. Kehadiran jembatan ini diyakini akan memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Pekerjaan yang dimulai sejak 6 April 2026 kini memasuki tahap akhir. Sejumlah pekerjaan utama telah rampung 100 persen, di antaranya pembersihan lokasi, pembuatan boplang, penggalian dan pengecoran pondasi serta abutmen, pemasangan pylon, hingga pemasangan sling utama. Sementara itu, pemasangan rangka dan lantai jembatan telah mencapai 70 persen, pemasangan ikatan angin 50 persen, serta pengecatan 73 persen. Adapun pemasangan ram kawat, plang identitas, dan pekerjaan finishing masih akan dikerjakan pada tahap berikutnya.

Pembangunan jembatan melibatkan sinergi berbagai unsur, yakni tiga personel Koramil 05/Linge, 12 personel Yon TP 854/DK, seorang personel asistensi Zidam Iskandar Muda, serta tiga warga setempat. Berbagai material konstruksi, seperti 100 batang besi, 20 truk pasir, 10 truk batu koral, dan 320 sak semen telah didistribusikan ke lokasi pembangunan.

Meski kondisi cuaca berubah-ubah, mulai dari cerah pada pagi hari, mendung saat siang, hingga hujan pada sore hari, proses pembangunan tetap berjalan sesuai rencana. Untuk pekerjaan selanjutnya, tim akan melanjutkan pemasangan papan lantai jembatan dan pengencangan tiang hanger. Proyek Jembatan Perintis Garuda Tahap III ini menjadi salah satu wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus membuka akses bagi masyarakat di wilayah terpencil Aceh Tengah.

 

Komentar