Diaspora Flores Timur Lembata se-Jabodetabek Gelar Misa Syukur Tahbisan Episkopal Mgr. Yohanes Hans Monteiro
ASKARA - Keluarga Besar Diaspora Flores Timur Lembata se-Jabodetabek menggelar Misa Syukur Tahbisan Episkopal Mgr. Yohanes Hans Monteiro sebagai Uskup Keuskupan Larantuka. Kegiatan yang mengusung tema "Dalam Satu Pengharapan, Kita Dipersatukan" itu akan berlangsung pada Minggu, 26 Juli 2026, pukul 15.00–20.00 WIB, di Gedung Zeni AD, Matraman, Jakarta.
Panitia menyampaikan bahwa perayaan tersebut menjadi ungkapan syukur atas tahbisan episkopal Mgr. Yohanes Hans Monteiro sekaligus momentum mempererat persaudaraan masyarakat Flores Timur–Lembata yang berdomisili di wilayah Jabodetabek.
"Mari bersama dalam satu pengharapan, kita dipersatukan. Untuk keluarga besar Diaspora Flores Timur–Lembata se-Jabodetabek, mari berkumpul sebagai satu keluarga dalam iman, budaya, dan persaudaraan lintas iman sebagai kekhasan Lamaholot Flores Timur–Lembata," demikian ajakan Panitia Misa Syukur dalam keterangan yang diterima Askara, Sabtu (18/7/2026).
Menurut panitia, tahbisan Mgr. Yohanes Hans Monteiro merupakan sukacita yang tidak hanya dirasakan oleh Gereja Katolik, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi masyarakat Flores Timur–Lembata.
"Kita mengucap syukur atas Tahbisan Episkopal Mgr. Yohanes Hans Monteiro sebagai Uskup Keuskupan Larantuka. Sukacita ini menjadi kebanggaan bagi Gereja sekaligus seluruh masyarakat Flores Timur–Lembata," tulis panitia.
Rangkaian kegiatan akan diawali dengan penyambutan Uskup bernuansa budaya Lamaholot Flores Timur–Lembata, dilanjutkan Misa Syukur Inkulturasi yang mengangkat kekayaan tradisi Lamaholot, kemudian ditutup dengan ramah tamah yang menghadirkan nuansa budaya khas Flores Timur–Lembata.
Panitia mengundang seluruh masyarakat Diaspora Flores Timur–Lembata se-Jabodetabek, beserta keluarga, sahabat, dan kerabat untuk hadir dalam perayaan tersebut sebagai wujud persatuan meski berada jauh dari kampung halaman.
"Mari hadir bersama keluarga, sahabat, dan kerabat. Meski jauh dari tanah kelahiran, kita tetap satu tubuh, satu Roh, satu pengharapan," ujar panitia, seperti yang disampaikan Marianus Wilhelmus Lawe kepada redaksi Askara, Sabtu (18/7/2026).
Untuk memudahkan pendataan peserta, panitia membuka registrasi secara daring melalui formulir yang telah disiapkan. Acara ini terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi momentum mempererat tali persaudaraan, memperkokoh iman, serta melestarikan nilai-nilai budaya Lamaholot di tengah kehidupan masyarakat perantauan.

Komentar