Senin, 13 Juli 2026 | 20:28
MILITER

Latihan RIMPAC 2026

Marinir TNI AL 'Rebut' Kadar Village di Hawaii

Marinir TNI AL 'Rebut' Kadar Village di Hawaii
Pasukan Marinir TNI-AL ketika hendak merebut Kadar Village (Dok Dispenal)

ASKARA - Prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut bersama United States Marine Corps (USMC) atau Marinir Amerika Serikat dan Fiji Marines Corps berhasil merebut kembali Kadar Village dari penguasaan pasukan musuh dalam skenario latihan Military Operations on Urban Terrain (MOUT) Force on Force (FOF) pada ajang Rim of the Pacific Exercise (RIMPAC) 2026 di Marine Corps Training Area Bellows, Hawaii, Jumat (10/7/2026).

Latihan tersebut menggambarkan situasi operasi tempur perkotaan yang kompleks, dengan skenario awal Kadar Village telah dikuasai kelompok musuh yang melakukan penyanderaan terhadap sejumlah warga sipil.

Menghadapi kondisi tersebut, pasukan gabungan melaksanakan operasi penyerbuan secara terencana dengan mengedepankan koordinasi antarsatuan, komunikasi taktis, serta ketepatan manuver untuk melumpuhkan seluruh ancaman yang ada.

Dalam operasi pembebasan tersebut, prajurit gabungan bergerak secara sistematis memasuki area permukiman yang menjadi sasaran latihan. Setiap langkah dilakukan dengan memperhatikan prosedur keselamatan, perlindungan warga sipil, serta efektivitas operasi.

Di tengah dinamika pertempuran, salah seorang prajurit USMC mengalami cedera akibat ledakan ranjau. Prajurit Korps Marinir TNI AL yang berada di lokasi dengan sigap memberikan pertolongan pertama di medan tempur melalui tindakan Tactical Combat Casualty Care (TCCC).

Pertolongan dilakukan dengan pemasangan tourniquet pada bagian lengan dan kaki korban untuk menghentikan pendarahan sebelum proses evakuasi ke tempat yang lebih aman dilakukan.

Tindakan cepat tersebut menunjukkan kemampuan prajurit dalam menerapkan prosedur penanganan korban tempur sekaligus memperlihatkan pentingnya kerja sama dan saling mendukung antarnegara dalam operasi militer multinasional.

Berkat sinergi, profesionalisme, dan kemampuan tempur yang solid, pasukan gabungan Korps Marinir TNI AL, USMC, dan Fiji Marines Corps berhasil menguasai kembali Kadar Village serta menyelesaikan seluruh sasaran latihan sesuai skenario yang telah ditentukan.

Komandan Unsur Tugas Marinir RIMPAC 2026, Letkol Marinir Huda Prawira, S.E., M.Tr.Opsla., mengatakan latihan tersebut menjadi sarana penting untuk meningkatkan kemampuan interoperabilitas antarnegara dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman, khususnya operasi di wilayah perkotaan.

"Latihan ini menjadi wadah untuk mengasah kemampuan kerja sama, komunikasi, dan koordinasi antarnegara dalam menghadapi skenario operasi yang membutuhkan ketepatan, kecepatan, serta profesionalisme tinggi," ujar Letkol Marinir Huda.

Menurutnya, keterlibatan Korps Marinir TNI AL dalam RIMPAC 2026 merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemampuan prajurit sekaligus memperkuat hubungan kerja sama pertahanan dengan negara-negara peserta.

Latihan MOUT Force on Force juga memberikan pengalaman berharga bagi para prajurit dalam menghadapi karakteristik medan perkotaan yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi, mulai dari ancaman tersembunyi, keterbatasan ruang gerak, hingga perlindungan terhadap masyarakat sipil.

Keikutsertaan Korps Marinir TNI AL dalam latihan berskala internasional tersebut menjadi bukti kesiapan prajurit Indonesia untuk beradaptasi dengan perkembangan pola peperangan modern.

Melalui RIMPAC 2026, Marinir TNI AL terus memperkuat kemampuan tempur, membangun interoperabilitas, serta menunjukkan profesionalisme sebagai kekuatan pertahanan maritim Indonesia di tingkat internasional.

 

Komentar