Pemerintah Gelontorkan Rp377 Miliar untuk Pemulihan Kopi Gayo 2026 di 3 Kabupaten
ASKARA - Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp377 miliar untuk mendukung program pemulihan sektor Kopi Gayo pada 2026. Dana tersebut akan digunakan untuk program peremajaan dan perluasan tanaman kopi di tiga kabupaten kawasan dataran tinggi Gayo, yakni Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues.
Anggaran pemulihan Kopi Gayo tersebut menjadi bagian dari Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) program pemulihan pascabencana. Program ini juga menjadi salah satu indikator utama pemulihan ekonomi masyarakat di wilayah sentra produksi kopi Arabika Gayo.
Tenaga Ahli Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Satgas Percepatan Rehab Rekon, Zam Zam Mubarak, mengatakan peningkatan produksi kopi Arabika Gayo merupakan salah satu program unggulan nasional yang mendapat perhatian pemerintah.
“Rencana Kegiatan dan Anggaran Kopi Gayo dalam pemulihan pascabencana untuk tahun 2026 menjadi bagian dari indikator pemulihan ekonomi. Peningkatan produksi kopi Arabika telah menjadi program unggulan nasional,” ujar Zam Zam saat dikonfirmasi.
Berdasarkan rincian anggaran, Kabupaten Aceh Tengah mendapatkan alokasi terbesar dengan total kegiatan meliputi peremajaan tanaman kopi Arabika sebesar Rp5,44 miliar, perluasan tanaman kopi Arabika Rp87,53 miliar, serta peremajaan tanaman kopi sebesar Rp167,71 miliar.
Sementara Kabupaten Bener Meriah memperoleh anggaran untuk sejumlah program, yakni peremajaan tanaman kopi Arabika sebesar Rp6,93 miliar, perluasan tanaman kopi Arabika Rp6,93 miliar, perluasan tanaman kopi Rp31,26 miliar, serta peremajaan tanaman kopi Rp47,46 miliar.
Adapun Kabupaten Gayo Lues mendapatkan alokasi untuk peremajaan tanaman kopi Arabika sebesar Rp408 juta, perluasan tanaman kopi Arabika Rp3,4 miliar, dan peremajaan tanaman kopi sebesar Rp20,08 miliar.
Zam Zam menjelaskan, Satgas Percepatan Rehab Rekon saat ini terus melakukan koordinasi dan monitoring terhadap pelaksanaan kegiatan agar program pemulihan berjalan sesuai target.
“Pemulihan ekonomi sebagai bagian dari indikator pemulihan kopi berperan dalam memperkuat struktur ekonomi daerah dan memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.
Ia menambahkan, penguatan ekosistem Kopi Arabika Gayo juga tidak terlepas dari pentingnya perlindungan indikasi geografis sebagai instrumen pengembangan komoditas unggulan daerah.
“Hal ini menjadi bagian dari penugasan Satgas Nasional Percepatan Rehab Rekon,” ujar Zam Zam.
Satgas Percepatan Rehab Rekon dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden untuk mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak bencana, termasuk pemulihan sektor ekonomi masyarakat melalui penguatan komoditas unggulan daerah.

Komentar