Senin, 06 Juli 2026 | 16:08
NEWS

Romo Yos Bintoro Kirim Surat Terbuka untuk Kylian Mbappé: Dunia Butuh Teladan, Bukan Sekadar Juara

Romo Yos Bintoro Kirim Surat Terbuka untuk Kylian Mbappé: Dunia Butuh Teladan, Bukan Sekadar Juara
Romo Yos Bintoro kirim surat terbuka untuk Kylian Mbappé (Dok Askara)

ASKARA - Romo Kolonel (Purn) Yoseph Maria Marcelinus Bintoro, Pr menyampaikan surat terbuka kepada bintang sepak bola dunia asal Prancis, Kylian Mbappé. Melalui surat berjudul "Football Beyond Victory: A Legacy or Character", Romo Yos mengajak para pesepak bola profesional menjadikan olahraga sebagai sarana membangun karakter dan memberikan teladan bagi generasi muda.

Dalam surat yang ditulis dari Indonesia tersebut, Romo Yos menegaskan bahwa sepak bola telah melampaui batas sebagai sekadar olahraga. Menurutnya, sepak bola merupakan bahasa universal yang mampu menyatukan manusia lintas bangsa, agama, ras, dan budaya.

"Jutaan anak-anak tidak hanya meniru kecepatan, gol, atau bakat luar biasa seorang pemain. Mereka juga meniru sikapnya," tulis Romo Yos, Senin (6/7/2026).

Sebagai imam Katolik yang bertahun-tahun mendampingi pembinaan karakter generasi muda, Romo Yos meyakini kemenangan terbesar dalam sepak bola bukan semata-mata yang tercatat di papan skor.

"Kemenangan terbesar adalah ketika seorang pemain memilih kejujuran daripada tipu daya, rasa hormat daripada provokasi, kerendahan hati daripada kesombongan, dan martabat daripada permusuhan," ujarnya.

Romo Yos menilai semangat fair play bukan hanya soal mematuhi aturan pertandingan, tetapi merupakan komitmen moral untuk menghormati lawan, menghargai keputusan wasit, menginspirasi rekan setim, serta menunjukkan bahwa kompetisi tidak boleh menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan.

Menurut Wakil Uskup Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI) untuk umat Katolik di lingkungan TNI dan Polri itu, trofi juara suatu saat akan berdebu, rekor akan terpecahkan, dan tepuk tangan penonton akan berlalu. Namun karakter akan tetap dikenang sepanjang hidup.

"Orang tidak hanya akan mengingat bagaimana seorang pemain bermain dengan gemilang, tetapi juga bagaimana ia menjalani hidup dengan mulia," tulisnya.

Romo Yos menegaskan bahwa pesepak bola profesional saat ini telah menjadi pendidik tanpa ruang kelas dan mentor tanpa pelajaran formal. Setiap tindakan mereka di lapangan, menurutnya, secara tidak langsung membentuk nilai-nilai yang dianut generasi muda.

Karena itu, ia mengajak Mbappé terus menunjukkan bahwa kebesaran seorang atlet tidak hanya diukur dari banyaknya gol yang dicetak, tetapi juga dari integritas yang dijaga.

"Dunia tidak hanya membutuhkan para juara. Dunia membutuhkan sosok teladan," tegas Romo Yos.

Ia berharap warisan yang ditinggalkan Mbappé kelak bukan hanya sebagai salah satu pesepak bola terbaik dunia, tetapi juga sebagai pribadi yang dihormati karena karakter, kerendahan hati, dan sikap kesatria yang ditunjukkannya di dalam maupun di luar lapangan.

Menutup suratnya, Romo Yos menyampaikan sebuah refleksi yang menjadi pesan utama tulisannya.

"Lapangan hijau hanya berlangsung 90 menit. Karakter Romo Yos Bintoro Kirim Surat Terbuka untuk Kylian Mbappé: Dunia Butuh Teladan, Bukan Sekadar Juara

JAKARTA – Romo Kolonel (Purn) Yoseph Maria Marcelinus Bintoro, Pr menyampaikan surat terbuka kepada bintang sepak bola dunia asal Prancis, Kylian Mbappé. Melalui surat berjudul "Football Beyond Victory: A Legacy or Character", Romo Yos mengajak para pesepak bola profesional menjadikan olahraga sebagai sarana membangun karakter dan memberikan teladan bagi generasi muda.

Dalam surat yang ditulis dari Indonesia tersebut, Romo Yos menegaskan bahwa sepak bola telah melampaui batas sebagai sekadar olahraga. Menurutnya, sepak bola merupakan bahasa universal yang mampu menyatukan manusia lintas bangsa, agama, ras, dan budaya.

"Jutaan anak-anak tidak hanya meniru kecepatan, gol, atau bakat luar biasa seorang pemain. Mereka juga meniru sikapnya," tulis Romo Yos.

Sebagai imam Katolik yang bertahun-tahun mendampingi pembinaan karakter generasi muda, Romo Yos meyakini kemenangan terbesar dalam sepak bola bukan semata-mata yang tercatat di papan skor.

"Kemenangan terbesar adalah ketika seorang pemain memilih kejujuran daripada tipu daya, rasa hormat daripada provokasi, kerendahan hati daripada kesombongan, dan martabat daripada permusuhan," ujarnya.

Romo Yos menilai semangat fair play bukan hanya soal mematuhi aturan pertandingan, tetapi merupakan komitmen moral untuk menghormati lawan, menghargai keputusan wasit, menginspirasi rekan setim, serta menunjukkan bahwa kompetisi tidak boleh menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan.

Menurut Wakil Uskup Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI) untuk umat Katolik di lingkungan TNI dan Polri itu, trofi juara suatu saat akan berdebu, rekor akan terpecahkan, dan tepuk tangan penonton akan berlalu. Namun karakter akan tetap dikenang sepanjang hidup.

"Orang tidak hanya akan mengingat bagaimana seorang pemain bermain dengan gemilang, tetapi juga bagaimana ia menjalani hidup dengan mulia," tulisnya.

Romo Yos menegaskan bahwa pesepak bola profesional saat ini telah menjadi pendidik tanpa ruang kelas dan mentor tanpa pelajaran formal. Setiap tindakan mereka di lapangan, menurutnya, secara tidak langsung membentuk nilai-nilai yang dianut generasi muda.

Karena itu, ia mengajak Mbappé terus menunjukkan bahwa kebesaran seorang atlet tidak hanya diukur dari banyaknya gol yang dicetak, tetapi juga dari integritas yang dijaga.

"Dunia tidak hanya membutuhkan para juara. Dunia membutuhkan sosok teladan," tegas Romo Yos.

Ia berharap warisan yang ditinggalkan Mbappé kelak bukan hanya sebagai salah satu pesepak bola terbaik dunia, tetapi juga sebagai pribadi yang dihormati karena karakter, kerendahan hati, dan sikap kesatria yang ditunjukkannya di dalam maupun di luar lapangan.

Menutup suratnya, Romo Yos menyampaikan sebuah refleksi yang menjadi pesan utama tulisannya.

"Lapangan hijau hanya berlangsung 90 menit. Karakter dimainkan seumur hidup." seumur hidup."

 

Komentar