Minggu, 28 Juni 2026 | 19:02
COMMUNITY

Touring Ideologi PDI Perjuangan Cirebon: Prof. Rokhmin Dahuri Tegaskan Politik Non-Transaksional

Touring Ideologi PDI Perjuangan Cirebon: Prof. Rokhmin Dahuri Tegaskan Politik Non-Transaksional
Prof. Rokhmin Dahuri melepas peserta touring ideologi PDI Perjuangan Cirebon (dok.dulur Rokhmin)

ASKARA – Raungan ratusan knalpot memecah Minggu pagi, 28 Juni 2026. Bukan sekadar konvoi, Motor Touring Ideologi bertajuk “Kebersamaan dalam Ideologi, Kesatuan dalam Perjuangan” yang digagas DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon menjelma menjadi panggung konsolidasi besar. Sekitar 400 kader, pengurus, dan simpatisan tumpah ruah, menjadikan jalanan Kota Udang lautan merah-hitam.

Kegiatan dibuka langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon, Fitria Pamungkaswati. Dalam sambutannya, Fitria menegaskan bahwa touring ini bukan seremonial, melainkan “mesin penggerak” untuk merapatkan barisan ideologis. 

Turut hadir Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., Menteri Kelautan dan Perikanan RI 2001-2004 yang juga tokoh PDI Perjuangan dengan raihan suara signifikan di dapilnya. Kehadiran Rokhmin menambah bobot politik acara. Selain memberikan arahan, rangkaian acara diisi penyerahan SK dan pembagian rompi partai kepada jajaran kader, simbol penugasan sekaligus kehormatan sebagai petugas partai.

Refleksi 28 Tahun Perjuangan  

Di hadapan ratusan kader, Prof. Rokhmin mengajak peserta merefleksikan perjalanan panjang PDI Perjuangan selama 28 tahun reformasi. Ia mengingatkan, partai ini lahir dari rahim perlawanan dan konsisten menjadi kekuatan utama demokrasi Indonesia. 

“Dari kemenangan Pemilu 1999 dengan 34 persen suara, hingga hattrick kemenangan Pemilu 2014, 2019, dan 2024, semua lahir dari satu kunci: konsistensi pada ideologi dan kedekatan dengan rakyat,” tegas anggota Komisi IV DPR RI.

Mengutip arahan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, Prpf. Rokhmin menegaskan garis tegas: PDI Perjuangan adalah partai ideologis. 

“Setiap langkah politik, pemerintahan, dan keputusan harus berlandaskan konstitusi, AD/ART, dan rule of law. Partai ideologis haram hukumnya transaksional. Kita bicara visi jangka panjang: kedaulatan bangsa, keadilan, dan kesejahteraan rakyat,” ujarnya disambut tepuk tangan kader.

Prof. Rokhmin mengingatkan, godaan politik jangka pendek selalu ada. Tapi militansi kader diukur dari kemampuan menolak politik dagang sapi dan tetap berdiri di rel ideologi Bung Karno: berdaulat di politik, berdikari di ekonomi, berkepribadian dalam kebudayaan.

Aspirasi Kader: Touring Jadi Sekolah Politik  

Para kader yang ikut touring menyampaikan aspirasi senada. Mereka berharap Motor Touring Ideologi tidak berhenti di aspal. Kegiatan ini diminta jadi agenda rutin sebagai media pendidikan politik, penguatan disiplin organisasi, dan konsolidasi lintas tingkatan. 

“Lewat touring kita belajar baris-berbaris ideologi. Di jalan kita kompak, di masyarakat kita harus makin militan mengawal perjuangan partai,” ujar salah satu peserta dari PAC Lemahwungkuk.

Menutup arahannya sebelum melepas rombongan, Prof. Rokhmin berpesan agar touring ini menjadi ruang pembelajaran dan gotong royong yang berkelanjutan. 

“Jangan berhenti di foto-foto. Buktikan kehadiran PDI Perjuangan lewat kerja nyata. Turun ke rakyat, selesaikan masalah mereka. Itulah fondasi Indonesia yang berdaulat, maju, adil, dan sejahtera,” pungkasnya.

Dengan dikibarkannya bendera start oleh Fitria Pamungkaswati, 400 motor melaju membelah Kota Cirebon. Bukan sekadar turing, tapi deklarasi: PDI Perjuangan siap menjaga denyut ideologi, dari jalanan hingga ke meja kebijakan.

Komentar