Satgas PRR Klarifikasi Penyaluran Jadup Korban Bencana Aceh Tengah
Hanya Tiga KK Masih Berproses
ASKARA - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) meluruskan informasi mengenai penyaluran Jaminan Hidup (Jadup) bagi korban bencana alam di Kampung Reje Payung, Kabupaten Aceh Tengah. Berdasarkan data terbaru, hanya tiga kepala keluarga (KK) yang hingga kini masih dalam proses penerimaan Jadup.
Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul beredarnya informasi yang menyebut sekitar 70 persen warga Kampung Reje Payung belum menerima bantuan Jadup. Satgas PRR menegaskan bahwa data tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Tengah, Drs. Windi Darsa, SH., MM., dalam koordinasi bersama Satgas PRR pada 25 Juni 2026 menjelaskan bahwa penyaluran Jadup dilakukan menggunakan sistem By Name By Address (BNBA), sehingga setiap penerima telah diverifikasi berdasarkan nama dan alamat secara individual.
"Jadup diberikan kepada warga yang terdampak langsung melalui sistem By Name By Address. Dengan mekanisme ini, data penerima dipastikan valid sehingga bantuan tepat sasaran," ujar Windi Darsa.
Satgas PRR saat ini juga tengah melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap seluruh bantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses penyaluran berjalan tepat waktu, menghindari data ganda, serta menjamin bantuan diterima oleh masyarakat yang berhak.
"Monev ini penting agar setiap rupiah dana negara benar-benar sampai kepada warga yang berhak. Kami ingin memastikan tidak ada lagi kesenjangan informasi di lapangan," tegas Satgas PRR.
Selain memastikan penyaluran bantuan sosial, Satgas PRR juga memfokuskan perhatian pada percepatan pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana. Salah satu strategi yang didorong adalah penguatan komoditas unggulan Kopi Arabika Gayo berstatus Indikasi Geografis sebagai penggerak ekonomi warga.
"Kami ingin memastikan bukan hanya rumah yang pulih, tetapi juga sumber penghasilan masyarakat kembali bangkit," ujar perwakilan Satgas PRR.
Untuk mendukung percepatan distribusi bantuan dan aktivitas ekonomi warga, pembangunan jembatan menuju Kampung Reje Payung saat ini sedang dikerjakan oleh TNI. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Sementara itu, Tenaga Ahli Kementerian Dalam Negeri pada Satgas Percepatan Rehab Rekon, Zam Zam Mubarak, mengajak media dan masyarakat untuk mengacu pada data resmi pemerintah agar informasi yang berkembang tetap akurat.
"Koordinasi pemulihan ekonomi perlu terus dilakukan bersama pemerintah daerah. Kami mengajak semua pihak merujuk pada data By Name By Address sehingga informasi yang disampaikan benar. Hingga saat ini, hanya tiga kepala keluarga di Kampung Reje Payung yang masih dalam proses penerimaan Jadup," kata Zam Zam Mubarak, Jumat (26/6).

Komentar