Indonesia Terpilih Lagi Jaga Warisan Budaya Dunia
Oleh: Prof. Ismunandar
ASKARA - Kabar membanggakan datang dari dunia diplomasi budaya. Indonesia kembali dipercaya menjadi anggota Komite Antarpemerintah untuk Warisan Budaya Takbenda UNESCO periode 2026–2030. Ini merupakan kali kedua bagi Indonesia, setelah sebelumnya pernah menjabat pada periode 2010–2014.
Keputusan ini diambil dalam Sidang Majelis Umum ke-11 Negara-negara Pihak Konvensi 2003. Persaingan untuk kawasan Asia-Pasifik berlangsung ketat, memperebutkan 4 kursi dari 6 kandidat. Indonesia akhirnya lolos berdampingan dengan Jepang, Filipina, dan Kamboja.
Mengapa ini penting? Komite ini hanya beranggotakan 24 negara dari 185 negara pihak Konvensi 2003. Bisa dibilang, ini seperti menjadi anggota dewan direksi di organisasi budaya dunia. Tugasnya pun strategis: menetapkan daftar warisan budaya takbenda dunia, merumuskan kebijakan pelestarian global, hingga mengatur bantuan internasional bagi negara yang membutuhkan dukungan melindungi budayanya.
Keterpilihan Indonesia bukan kebetulan, melainkan hasil diplomasi panjang dan pengakuan dunia atas komitmen Indonesia menjaga kekayaan budayanya. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut ini sebagai amanah besar. Indonesia berkomitmen mengawal kebijakan global perlindungan budaya, mendorong implementasi Konvensi 2003 yang lebih inklusif, serta memperkuat kapasitas komunitas lokal.
Indonesia memang bukan pemain baru. Saat ini tercatat 16 elemen budaya takbenda Indonesia di UNESCO, mulai dari Batik, Angklung, Gamelan, Jamu, hingga Pencak Silat. Ke depan, beberapa agenda akan diperjuangkan di komite ini memastikan masyarakat adat menjadi subjek utama pelestarian budaya, mendorong kolaborasi lintas negara Asia-Pasifik, serta menjadikan budaya sebagai jembatan solidaritas dan perdamaian dunia.
Kepercayaan ini menjadi modal besar bagi Indonesia. Dunia tidak hanya memandang Indonesia sebagai negara berbudaya kaya, tetapi juga sebagai pemimpin dalam pelestariannya. Dengan posisi ini, Indonesia siap memastikan warisan budaya takbenda terus hidup dan menjadi pilar penting bagi masa depan yang berkelanjutan.

Komentar