Hampir 50 Persen, Jembatan Garuda Tahap III Segera Buka Akses Pedalaman Aceh Tengah
ASKARA - Komitmen TNI dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil terus diwujudkan melalui pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III di Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Hingga Rabu (17/6/2026), progres pengerjaan jembatan strategis tersebut telah mencapai 48,88 persen.
Pembangunan yang dilaksanakan Kodim 0106/Aceh Tengah itu diharapkan menjadi solusi bagi keterbatasan akses transportasi masyarakat pedalaman sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tengah Aceh.
Jembatan yang membentang di atas sungai selebar 90 meter tersebut memiliki panjang 110 meter, lebar 1,2 meter, serta mampu menahan beban hingga satu ton. Infrastruktur ini akan menjadi penghubung utama antara Desa Reje Payung dan Desa Jamat yang selama ini masih menghadapi kendala mobilitas.
Sebanyak 745 jiwa dari 228 kepala keluarga diproyeksikan akan merasakan manfaat langsung dari keberadaan jembatan tersebut. Terdiri atas 97 kepala keluarga dengan 335 jiwa di Desa Reje Payung dan 131 kepala keluarga dengan 410 jiwa di Desa Jamat.
Berdasarkan laporan di lapangan, sejumlah pekerjaan utama telah diselesaikan 100 persen, mulai dari pembersihan lokasi, pengukuran dan pemasangan tali poros jembatan, penggalian pondasi dan abutmen, perakitan tulangan besi, pemasangan bekisting, hingga pengecoran pondasi dan abutmen pada seluruh titik konstruksi.
Saat ini, pekerjaan memasuki tahap pembangunan struktur atas. Pemasangan pylon pada sisi kanan dan kiri titik A1-B1 telah mencapai 5 persen, sementara pemasangan sling utama sebagai penyangga jembatan sudah mencapai 10 persen.
Kegiatan yang dilakukan pada Rabu (17/6) meliputi perakitan tiang pylon sisi tepi dekat, perakitan tapak tiang pylon, serta perataan area pemasangan. Pekerjaan tersebut dijadwalkan terus berlanjut untuk mempercepat penyelesaian proyek.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III melibatkan personel gabungan dari Koramil 05/Linge, Yon TP 854/Dharaka Karya, Zidam Iskandar Muda, staf Kodim 0106/Aceh Tengah, serta dukungan masyarakat setempat yang secara aktif ikut bergotong royong.
Meski cuaca di lokasi pembangunan didominasi gerimis pada pagi hingga siang hari dan hujan pada sore hari, proses pengerjaan tetap berjalan sesuai rencana. Situasi keamanan di sekitar proyek juga dilaporkan dalam kondisi aman dan kondusif.
Komandan Kodim 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmita, mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedalaman.
Menurutnya, keberadaan jembatan akan mempermudah distribusi hasil pertanian, memperlancar akses pendidikan dan pelayanan kesehatan, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Kecamatan Linge.
"Jembatan ini bukan sekadar sarana penghubung, tetapi menjadi harapan baru bagi masyarakat pedalaman untuk memperoleh akses yang lebih baik dan meningkatkan aktivitas perekonomian," ujar Dandim.
Apabila rampung sesuai target, Jembatan Perintis Garuda Tahap III diharapkan menjadi urat nadi baru bagi masyarakat Aceh Tengah sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan di wilayah terpencil.
Program pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan TNI dalam menghadirkan akses transportasi yang aman, efektif, dan berkelanjutan bagi masyarakat di daerah-daerah yang selama ini masih terisolasi.

Komentar