770 Karya Ramaikan MHT Awards 2026, Rekor Partisipasi Pecah
ASKARA - Anugerah Jurnalistik Muhammad Hoesni Thamrin (MHT Awards) 52-2026 mencatat rekor baru dengan menghimpun sebanyak 770 karya jurnalistik dari tujuh kategori lomba. Jumlah tersebut menjadi yang terbesar sepanjang penyelenggaraan ajang bergengsi yang digelar PWI Jaya bekerja sama dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta.
Ratusan karya yang masuk berasal dari berbagai platform media, mulai televisi, radio, media siber, hingga media cetak. Seluruh karya merupakan hasil publikasi dan tayangan yang terbit dalam periode 1 Juni 2025 hingga 31 Mei 2026.
Ketua Panitia MHT Awards 2026, Arman Suparman, mengungkapkan tingginya antusiasme peserta menunjukkan semakin kuatnya minat insan pers untuk menghasilkan karya jurnalistik berkualitas.
“Partisipasi tahun ini menjadi yang tertinggi sejak MHT Awards diselenggarakan. Ini menunjukkan semangat jurnalis untuk terus menghadirkan karya terbaik bagi publik,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).
Tujuh kategori utama yang diperlombakan meliputi TV Streaming, TV Terestrial, Teks, Infografis, Radio, Tajuk Rencana, dan Foto. Dari total 770 karya yang diterima panitia, kategori Foto menjadi penyumbang terbanyak dengan 265 karya, disusul kategori Teks sebanyak 210 karya dan TV Terestrial 150 karya.
Rinciannya terdiri atas 80 karya TV Streaming, 150 karya TV Terestrial, 210 karya Teks, 40 karya Infografis, 5 karya Radio, 25 karya Tajuk Rencana, dan 265 karya Foto.
Selanjutnya, seluruh karya akan memasuki tahap penjurian yang dipimpin Ketua Dewan Juri Dr. Bagus Sudarmanto bersama anggota Dr. Retno Intani, Dr. Gloria Angelita, Dr. Rewindinar, Arbain Rambey, Machroni Kusuma, dan Tb. Adhi. Proses penilaian juga didukung tim prajuri yang terdiri atas Eka Ardimiati dan Desdy Yusdiansyah.
Kategori Khusus Sambut Lima Abad Jakarta
Selain kategori utama, MHT Awards 2026 juga menghadirkan kategori khusus bertajuk “Menyongsong 5 Abad Jakarta” sebagai bagian dari rangkaian menyambut usia ke-500 Jakarta pada 2027.
Kategori ini membuka ruang bagi jurnalis untuk menghadirkan karya feature dalam format teks, radio, dan video yang mengangkat sejarah, transformasi, budaya, identitas, pembangunan, hingga dinamika kehidupan masyarakat Jakarta.
Mengusung tema “Jurnalisme untuk Jakarta: Merawat Sejarah, Mengawal Masa Depan”, kategori khusus tersebut diharapkan mampu melahirkan karya-karya yang tidak hanya merekam perjalanan ibu kota, tetapi juga memberikan refleksi dan gagasan untuk masa depan Jakarta.
“Momentum lima abad Jakarta merupakan peristiwa bersejarah. Kami ingin mendorong lahirnya karya jurnalistik yang mampu merekam perjalanan Jakarta sekaligus memberikan perspektif bagi masa depannya,” kata Arman.
Ketua PWI Jaya Kesit B. Handoyo menegaskan bahwa peringatan lima abad Jakarta tidak boleh dimaknai sebatas seremoni. Menurutnya, pers memiliki peran penting dalam mendokumentasikan sejarah sekaligus mengawal arah pembangunan kota.
“Pers bukan hanya mencatat peristiwa, tetapi juga menjaga ingatan sebuah kota. Menjelang lima abad Jakarta, kami ingin lahir karya-karya yang menjadi warisan intelektual bagi generasi mendatang,” ujar Kesit.
Dukungan terhadap kategori khusus tersebut juga datang dari Diskominfotik DKI Jakarta yang menilai ajang ini dapat memperkaya dokumentasi perjalanan ibu kota sekaligus membangun antusiasme insan pers menjelang peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027.
Periode pengiriman karya untuk kategori “Menyongsong 5 Abad Jakarta” dibuka hingga 30 Juni 2026. Panitia menyediakan hadiah sebesar Rp10 juta bagi pemenang pertama.
Dengan rekor partisipasi yang tercipta tahun ini, MHT Awards 52-2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang apresiasi insan pers, tetapi juga ruang refleksi bersama dalam merawat sejarah dan mengawal masa depan Jakarta.

Komentar