Selasa, 21 Juli 2026 | 23:40
MILITER

Mantan Menhan Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu Wafat, Bangsa Kehilangan Putra Terbaik

Mantan Menhan Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu Wafat, Bangsa Kehilangan Putra Terbaik
Mantan Menhan Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu (Dok Askara)

ASKARA - Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh militer terbaiknya. Mantan Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2014–2019, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu (31/5/2026) siang.

Kabar duka tersebut dikonfirmasi Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.

“Dengan hormat dilaporkan berita duka cita, telah meninggal dunia Bapak Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu pada hari ini, Minggu, 31 Mei 2026 pukul 14.03 WIB di RSPAD. Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, jenazah akan disemayamkan di rumah duka Perumahan Puri Wira Bhakti 1/1B, Cikeas, Bogor,” ujar Brigjen Rico dalam keterangannya.

Kepergian Ryamizard meninggalkan jejak panjang pengabdian bagi bangsa dan negara, baik sebagai prajurit TNI maupun sebagai pejabat negara. Sosok yang dikenal tegas dan nasionalis itu merupakan salah satu perwira tinggi Angkatan Darat yang memiliki perjalanan karier cemerlang.

Lahir pada 21 April 1950, Ryamizard merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) Darat tahun 1974. Namanya mulai dikenal luas ketika dipercaya menjabat Pangdam V/Brawijaya pada 1999 sebelum kemudian memimpin Kodam Jaya/Jayakarta pada periode 1999–2000.

Kariernya terus menanjak saat dipercaya menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) pada 2000 hingga 2002. Setelah itu, ia menduduki posisi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) hingga tahun 2005.

Ryamizard juga pernah menjadi salah satu kandidat kuat Panglima TNI pada 2006. Namun, saat itu pemerintah memilih Marsekal TNI Djoko Suyanto untuk menduduki jabatan tertinggi di lingkungan TNI.

Pada bidang politik dan pemerintahan, nama Ryamizard sempat disebut-sebut sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2014. Meski demikian, Presiden Joko Widodo akhirnya memilih Jusuf Kalla sebagai pendampingnya.

Di era pemerintahan Presiden Joko Widodo, Ryamizard dipercaya menjabat Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2014–2019. Selama memimpin Kementerian Pertahanan, ia dikenal sebagai penggagas dan penguat Program Bela Negara yang menjadi salah satu program strategis nasional di bidang pertahanan.

Atas dedikasinya, Ryamizard menerima berbagai penghargaan, termasuk Bintang Penghargaan Veteran Tertinggi dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) pada 2019.

Pada tahun yang sama, ia menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan Kementerian Pertahanan kepada Prabowo Subianto yang ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pertahanan periode berikutnya.

Pengabdian Ryamizard di bidang pertahanan juga mendapat pengakuan akademik. Pada 2021, Universitas Pertahanan Republik Indonesia menganugerahkan gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) Ilmu Pertahanan bidang Perang Semesta kepada dirinya. Acara penganugerahan tersebut turut dihadiri Menteri Pertahanan saat itu, Prabowo Subianto.

Kepergian Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu menjadi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia, khususnya keluarga besar TNI dan dunia pertahanan nasional. Sosoknya akan dikenang sebagai prajurit, pemimpin, dan negarawan yang mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk menjaga kedaulatan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Komentar