Burhanuddin Muhtadi: PIKI Harus Jadi Kekuatan Intelektual Penggerak Kebijakan
ASKARA - Pelantikan Maruarar Sirait sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) periode 2026-2031 menjadi momentum penguatan peran kaum intelektual Kristen dalam pembangunan bangsa.
Dalam acara serah terima kepengurusan DPP PIKI di Jakarta, Sabtu (2/5), Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menegaskan bahwa umat Kristen merupakan bagian integral dari Republik Indonesia dan memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Karena umat Kristen bukan tamu di republik ini, maka seluruh elemen umat Kristen, termasuk kelompok inteligensianya, harus menjadi bagian penting bagi republik ini,” kata Burhanuddin.
Ia berharap PIKI mampu menjalankan fungsi intelektual yang kritis, independen, sekaligus memberikan pengaruh positif terhadap arah kebijakan publik. Menurutnya, organisasi intelektual tidak cukup hanya menjadi pengamat, tetapi juga harus aktif menawarkan solusi dan perspektif strategis.
Burhanuddin mengibaratkan peran kaum intelektual sebagai “politik garam”, yakni memberikan pengaruh yang mungkin tidak selalu terlihat, namun mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan negara.
Sementara itu, Ketua Umum DPP PIKI yang baru, Maruarar Sirait, menyatakan kesiapannya membawa organisasi tersebut menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan nasional yang inklusif dan berkeadilan.
Pelantikan kepengurusan baru DPP PIKI periode 2026-2031 turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kepala Bakom RI Muhammad Qodari, serta sejumlah tokoh nasional dan pemuka agama.

Komentar