Selasa, 21 Juli 2026 | 22:31
COMMUNITY

Maruarar Sirait Pimpin PIKI, Dorong Pemerataan Pendidikan Agama Kristen

Maruarar Sirait Pimpin PIKI, Dorong Pemerataan Pendidikan Agama Kristen
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait resmi dilantik sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) periode 2026-2031 (Dok Hersunu)

ASKARA - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait resmi dilantik sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) periode 2026-2031 dalam acara pelantikan dan serah terima jabatan di Jakarta, Sabtu (2/5) malam.

Dalam sambutannya, Maruarar menyoroti pentingnya pemerataan layanan pendidikan agama Kristen di berbagai daerah. Ia berharap Kementerian Agama dapat memastikan ketersediaan guru agama Kristen yang memadai, terutama di wilayah-wilayah yang masih mengalami keterbatasan tenaga pengajar.

“Saya yakin Menteri Agama adalah sosok yang adil, sehingga anak-anak kami juga mendapatkan kesempatan memperoleh pengajaran agama Kristen di daerah-daerah,” ujar Maruarar.

Selain isu pendidikan, Maruarar menegaskan komitmen PIKI untuk mendukung pembangunan nasional yang berkeadilan. Menurutnya, pembangunan harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan hidup serta penghormatan terhadap hak-hak masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan terhadap kritik dan masukan sebagai bagian dari proses perbaikan dan peningkatan kualitas kebijakan. Menurutnya, kalangan intelektual memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan gagasan konstruktif bagi kemajuan bangsa.

Pelantikan tersebut menandai berakhirnya kepengurusan DPP PIKI periode 2020-2025 yang dipimpin Badikenita Sitepu. Dalam kepengurusan baru, Maruarar akan didampingi Benyamin Patondok sebagai Sekretaris Jenderal DPP PIKI.

Acara turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari, serta sejumlah tokoh nasional lainnya.

 

Komentar