Selasa, 21 Juli 2026 | 18:11
COMMUNITY

IPK Papua Ajak Lansia Merauke Jaga Mental Tetap Sehat

IPK Papua Ajak Lansia Merauke Jaga Mental Tetap Sehat
Foto bersama usai kegiatan Sharing Session bertema “Menjadi Lansia Itu Pasti, Memiliki Mental yang Sehat Itu Pilihan! Ayo, Tong Berbagi Cerita” (Dok Winona)

ASKARA - Ikatan Psikologi Klinik (IPK) Indonesia Wilayah Papua berkolaborasi dengan Komunitas Lansia Adas Manis (Berdaya, Sehat, Mandiri, Beriman, Sejahtera) dan Yayasan Kanisiwak, dengan dukungan Dinas Sosial Provinsi Papua Selatan, menggelar kegiatan Sharing Session bertema “Menjadi Lansia Itu Pasti, Memiliki Mental yang Sehat Itu Pilihan! Ayo, Tong Berbagi Cerita”, di Aula Kantor Perpustakaan Daerah Merauke, Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 50 lansia dari berbagai komunitas di Merauke tersebut dipandu oleh Wilhelmina Welliken dari Yayasan Kanisiwak. Hadir sebagai narasumber Ketua IPK Indonesia Wilayah Papua, Devita Marthin, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Ketua Komunitas Lansia Adas Manis Yustina Regina Kamisopa, serta Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi Papua Selatan Yunus Yod.

Dalam sambutannya saat membuka kegiatan secara resmi, Yunus Yod menegaskan pentingnya menjaga semangat hidup dan produktivitas di usia lanjut. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Sosial terus berupaya menghadirkan berbagai program yang mendukung kesejahteraan dan pemberdayaan lansia.

“Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Sosial terus berupaya menghadirkan program-program yang mendukung kesejahteraan dan pemberdayaan lansia. Kami berharap program-program tersebut dapat semakin terakomodasi dan berkembang pada tahun depan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua IPK Indonesia Wilayah Papua, Devita Marthin, menyoroti pentingnya menjaga kesehatan mental pada usia lanjut. Ia mengungkapkan bahwa masih banyak lansia yang mengalami gangguan kesehatan mental, namun terlambat mendapatkan penanganan yang tepat.

“Pemeriksaan kesehatan secara rutin, termasuk skrining kesehatan mental, sangat penting dilakukan oleh para lansia. Menjadi lansia bukan sesuatu yang harus disembunyikan atau disesali, melainkan anugerah yang patut disyukuri karena tidak semua orang memiliki kesempatan mencapai usia lanjut,” kata Devita.

Ia juga mengajak para lansia untuk tetap aktif melakukan aktivitas fisik sesuai kondisi tubuh, menjalani kegiatan yang menyenangkan bersama keluarga, serta aktif berpartisipasi dalam komunitas lansia guna menjaga kesehatan fisik maupun mental.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komunitas Lansia Adas Manis, Yustina Regina Kamisopa, menegaskan bahwa para lansia memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat karena kaya akan pengalaman hidup dan kebijaksanaan.

Menurutnya, salah satu tantangan yang sering dihadapi lansia adalah masalah kesehatan mental, seperti kecemasan, stres, dan perasaan kesepian. Karena itu, keberadaan komunitas lansia menjadi sangat penting sebagai wadah untuk saling mendukung, menguatkan, dan menginspirasi.

“Komunitas lansia dapat menjadi ruang yang nyaman untuk berbagi pengalaman hidup, membangun semangat, dan menjaga kesehatan mental bersama,” ujarnya.

Selain sesi berbagi dan diskusi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan yang bekerja sama dengan Tim Puskesmas Mopah Baru serta skrining kesehatan mental yang dilakukan oleh IPK Indonesia Wilayah Papua.

Para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin karena memberikan manfaat nyata, baik dari sisi kesehatan, pengetahuan, maupun kesempatan untuk memperluas interaksi sosial.

Ketua Yayasan Kanisiwak, Wilhelmina Welliken, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam penyusunan program-program pendampingan bagi kelompok rentan, khususnya lansia.

“Kegiatan ini menjadi pijakan pertama untuk menyusun program-program selanjutnya bagi kelompok rentan lansia. Ke depan kami akan mengemas berbagai agenda pertemuan dengan tema-tema yang menarik, relevan, dan bermanfaat bagi para lansia,” ujarnya kepada Askara.

Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya UMKM Benang Ikat Kalimaro Collection, Hotel Halogen, CV Harlin Jaya, serta sejumlah sponsor lainnya yang memiliki kepedulian terhadap peningkatan kualitas hidup lansia di Papua Selatan.

Melalui kegiatan ini, para penyelenggara berharap kesadaran akan pentingnya kesehatan mental di usia lanjut semakin meningkat, sehingga para lansia dapat menjalani masa tua dengan lebih sehat, bahagia, mandiri, dan bermakna.

 

Komentar