BMP Papua Selatan Gelar Seminar Pemuda, Dorong OAP Manfaatkan Peluang Kerja dari PSN
ASKARA - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Merah Putih (BMP) RI Papua Selatan menggelar Seminar Pemuda bertajuk “Menakar Multiplier Effect PSN terhadap Penciptaan Lapangan Kerja Lokal” di Sunnyday Hotel, Merauke, Papua Selatan, Kamis (28/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti anggota BMP Papua Selatan, perwakilan organisasi kepemudaan (OKP), serta mahasiswa Orang Asli Papua (OAP) dari berbagai perguruan tinggi di Papua Selatan. Seminar ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai peluang ekonomi dan ketenagakerjaan yang muncul dari pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah Papua Selatan.
Ketua DPD BMP RI Papua Selatan, Dr. Esau Hombore, S.STP., M.Si., tampil sebagai narasumber utama dengan materi mengenai Paparan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Ranwal RKPD) Provinsi Papua Selatan Tahun 2027.
Dalam pemaparannya, Esau menjelaskan berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan generasi muda Papua, khususnya Orang Asli Papua, agar mampu berperan aktif dalam pembangunan daerah dan memperoleh manfaat nyata dari hadirnya berbagai program strategis pemerintah.
“Ini kesempatan untuk adik-adik OAP berkembang. Kami dari Barisan Merah Putih akan membantu memfasilitasi berbagai kebutuhan, termasuk akses terhadap lapangan pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang dimiliki,” ujar Esau di hadapan peserta seminar.
Tokoh asal Fakfak tersebut tampak antusias saat berdialog dengan peserta. Berbagai pertanyaan yang disampaikan mahasiswa dan pemuda dijawab dengan optimisme, sekaligus mendorong generasi muda untuk meningkatkan kompetensi agar mampu bersaing di dunia kerja.
Seminar yang dipandu Sultan Hasanuddin itu juga menghadirkan Wakil Ketua BMP Papua Selatan, Marius Kateng, serta Sekretaris BMP Papua Selatan, Timothius Gedy, sebagai pembicara.
Dalam sesi motivasi, Timothius Gedy mengajak para peserta untuk membangun kepercayaan diri dan memperkuat personal branding sebagai modal penting dalam menghadapi persaingan kerja di era modern.
Ia menekankan bahwa setiap pemuda memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi keunggulan jika dikelola dengan baik.
“Anak-anak muda Papua harus mampu mengenali potensi dirinya, membangun personal branding, dan memanfaatkan kemampuan yang dimiliki untuk meraih peluang yang ada. Jangan ragu untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri,” kata Timothius.
Melalui seminar ini, BMP Papua Selatan berharap generasi muda, khususnya Orang Asli Papua, dapat lebih siap menghadapi perubahan dan memanfaatkan peluang ekonomi yang lahir dari pembangunan di Papua Selatan, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat lokal.

Komentar