Selasa, 21 Juli 2026 | 09:12
COMMUNITY

Rosario dari Balik Biara Iringi Kunjungan Paus Leo XIV ke Spanyol

Rosario dari Balik Biara Iringi Kunjungan Paus Leo XIV ke Spanyol
Para biarawati tengah merangkai rosario (Dok Vaticannews)

ASKARA - Di balik tembok-tembok biara sunyi yang tersebar di Castile, Navarre, Catalonia, hingga Andalusia, ribuan tangan renta para biarawan dan biarawati bekerja dalam diam. Mereka merangkai butiran kayu kecil menjadi rosario yang akan dibagikan kepada para peziarah dalam kunjungan Paus Leo XIV ke Spanyol.

Rosario sederhana itu kini menjadi simbol penuh makna yang mengiringi perjalanan apostolik Paus Leo XIV. Bukan sekadar benda rohani, setiap rosario membawa doa, pengharapan, dan ketulusan dari kehidupan kontemplatif yang selama ini tersembunyi dari hiruk-pikuk dunia modern.

Alejandro Simón dari Fundación Contemplare mengatakan, Spanyol memiliki lebih dari 700 biara yang masih aktif menjalani kehidupan monastik.

“Biara-biara ini tidak terpisah dari dunia. Mereka hanya hidup di luar logika kebisingan dan tergesa-gesa yang mendominasi kehidupan saat ini,” ujar Simón, dikutip dari vaticannews, Jumat (29/5).

Gagasan pembuatan rosario muncul secara sederhana. Fundación Contemplare menghubungi sejumlah biara untuk meminta bantuan memproduksi ribuan rosario dalam waktu singkat menjelang kunjungan Paus.

Respons yang diterima justru di luar dugaan.

“Mereka semua langsung mengatakan ya. Bukan karena jumlahnya kecil, tetapi karena mereka merasa ini adalah cara mereka ikut ambil bagian dalam perjalanan Paus,” katanya.

Sejak itu, suasana di dalam biara berubah lebih sibuk. Di ruang-ruang kerja sederhana yang dipenuhi aroma kayu dan lilin, para biarawati merangkai manik-manik rosario satu per satu, sementara yang lain menyiapkan salib kecil dan kantong kain untuk membagikannya kepada umat.

Menariknya, sejumlah relawan muda juga datang membantu. Mahasiswa, keluarga, hingga kelompok paroki ikut memasuki kehidupan sunyi biara untuk bekerja bersama para biarawan dan biarawati.

“Banyak anak muda baru pertama kali mengenal kehidupan kontemplatif. Mereka menemukan dunia yang berbeda, tempat waktu berjalan lebih tenang dan keheningan justru menghadirkan kedamaian,” ungkap Simón.

Rosario yang dibuat bukan barang mewah. Sebagian besar hanya terbuat dari kayu sederhana, tali, dan salib logam kecil. Namun justru di situlah nilai utamanya.

Setiap rosario menyimpan waktu, doa, dan pengorbanan tersembunyi dari tangan-tangan yang membuatnya.

Bagi komunitas biara di Spanyol, kunjungan Paus Leo XIV menjadi momentum penting untuk mengingatkan dunia bahwa kehidupan kontemplatif masih hidup, meski sering berjalan dalam sunyi dan penuh keterbatasan.

Banyak biara kini menghadapi tantangan berat, mulai dari usia komunitas yang menua, kesulitan ekonomi, hingga minimnya panggilan hidup membiara. Sebagian bahkan terpaksa ditutup dalam beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, mereka tetap menjaga “jaringan doa” yang selama ini dipercaya banyak umat sebagai kekuatan spiritual Gereja.

“Ada begitu banyak orang yang meminta doa untuk sakit, kesepian, masalah keluarga, hingga kehilangan pekerjaan. Biara-biara ini memikul beban rohani yang sering tidak terlihat,” kata Simón.

Dalam beberapa hari ke depan, ribuan peziarah akan menerima rosario tersebut tanpa mengetahui kisah panjang di baliknya. Namun di setiap butiran rosario itu, tersimpan keheningan biara, doa-doa yang tak terdengar, dan cinta sederhana dari tangan-tangan yang terus menjaga iman dalam sunyi.

 

Komentar