GAMKI Papua Selatan Serukan Toleransi dan Perlindungan Hak Masyarakat Adat
ASKARA - Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI) Papua Selatan turut ambil bagian dalam diskusi panel yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua Selatan, Sabtu (23/5/2026).
Kehadiran GAMKI menjadi bagian dari upaya memperkuat dialog lintas agama, toleransi, serta pembangunan sosial kemasyarakatan di Papua Selatan.
Ketua DPD GAMKI Papua Selatan, Jimmy Richard Lamarubun, mengatakan GAMKI hadir sebagai wadah kaderisasi pemuda Kristen agar mampu menjadi pemimpin di tengah gereja, masyarakat, maupun negara.
“GAMKI memiliki peran membentuk kader-kader muda Kristen agar mampu menjadi pemimpin yang membawa nilai-nilai pelayanan dan kebangsaan,” ujar Jimmy kepada Askara.
Menurutnya, organisasi kepemudaan Kristen itu juga fokus membangun harmoni, perdamaian, serta memperkuat persatuan antarumat beragama di Papua Selatan.
“Kami ingin menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sosial kemasyarakatan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Jimmy hadir bersama Bendahara DPD GAMKI Papua Selatan Wilyam F. Roempombo, serta pengurus lainnya seperti Bernadus Sainyakit dan Melvin Tokoro.
Mereka aktif mengikuti jalannya diskusi panel yang berlangsung selama sehari penuh.
Wilyam menilai forum diskusi seperti yang diselenggarakan FKUB menjadi ruang penting untuk memperkuat semangat toleransi dan persaudaraan lintas agama di Papua Selatan.
“Agenda seperti ini menjadi peluang bagi semua organisasi untuk menyatukan semangat menjaga toleransi dan kedamaian antarumat beragama,” ujarnya optimistis.
Saat dimintai pandangan terkait isu “Pesta Babi” yang turut menjadi pembahasan dalam forum tersebut, Jimmy menegaskan bahwa GAMKI mendukung pembangunan yang dilakukan pemerintah, baik pusat maupun daerah, namun harus tetap menghormati nilai-nilai moral dan hak masyarakat adat.
“Kami mendukung pembangunan, tetapi tidak setuju jika dilakukan dengan cara-cara yang bertentangan dengan nilai-nilai kebenaran Firman Tuhan,” tegasnya.
Jimmy juga menekankan pentingnya pembangunan berkelanjutan yang memperhatikan kelestarian lingkungan dan keberlangsungan hidup masyarakat adat Papua.
“Hutan adalah ibu yang melindungi kita semua dari kehancuran. Karena itu, pembangunan harus tetap menjaga lingkungan dan hak masyarakat adat,” katanya.
Menurutnya, menjaga persatuan dan menghormati hak ulayat merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan harmonis antara manusia dan alam.
“Konsep persatuan dan penghargaan terhadap masyarakat adat adalah cara menjaga harmoni kehidupan bersama,” imbuhnya.
Di akhir pernyataannya, Jimmy menegaskan bahwa GAMKI ingin terus membawa nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sosial dan pemerintahan.
“GAMKI harus menjadi terang Kristus bagi pemerintah dan masyarakat,” pungkasnya.

Komentar