Rabu, 22 Juli 2026 | 04:30
COMMUNITY

Petani Raung Sejati Intensifkan Survei Kopi Yellow Caturra Sambut Panen Raya

Petani Raung Sejati Intensifkan Survei Kopi Yellow Caturra Sambut Panen Raya
Kegiatan survei dilakukan oleh tim teknis Petani Raung Sejati yang diwakili Moch. Shodiq dengan fokus utama pada varietas kopi Arabika Yellow Caturra yang menjadi komoditas unggulan kelompok tani (Dok Askara)

ASKARA - Kelompok Tani Raung Sejati yang berada di kawasan lereng Gunung Raung, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, mulai mengintensifkan persiapan menjelang musim panen raya kopi tahun 2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah survei dan pengecekan langsung kondisi tanaman kopi di area perkebunan, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan survei dilakukan oleh tim teknis Petani Raung Sejati yang diwakili Moch. Shodiq dengan fokus utama pada varietas kopi Arabika Yellow Caturra yang menjadi komoditas unggulan kelompok tani tersebut.

Hamparan kebun kopi yang berada di ketinggian sekitar 1.068 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu dipantau secara detail untuk melihat tingkat kematangan buah kopi sekaligus menentukan waktu panen yang ideal demi menjaga kualitas specialty coffee yang selama ini menjadi ciri khas kopi Raung Sejati.

Dari hasil pemantauan lapangan, buah-buah kopi di sejumlah pohon mulai mengalami perubahan warna dari hijau menuju kuning cerah, yang merupakan karakteristik utama varietas Yellow Caturra saat memasuki masa panen.

“Survei ini merupakan bagian dari persiapan matang kami menjelang awal panen raya. Dari kondisi fisik ceri kopi di lapangan, kami memperkirakan panen perdana sudah bisa dimulai dalam waktu sekitar satu minggu ke depan,” ujar Moch. Shodiq di sela kegiatan pemantauan kebun.

Ia mengatakan, proses survei sangat penting dilakukan untuk memastikan buah kopi dipetik pada tingkat kematangan optimal sehingga kualitas rasa tetap terjaga saat memasuki tahap pengolahan pascapanen.

Menurutnya, kualitas specialty coffee tidak hanya ditentukan oleh proses roasting atau penyeduhan, tetapi juga dimulai sejak pemilihan waktu panen di tingkat kebun.

“Petik merah atau petik matang menjadi salah satu kunci kualitas. Karena itu kami sangat berhati-hati menentukan waktu panen agar karakter rasa kopi tetap maksimal,” katanya.

Kelompok Tani Raung Sejati berharap musim panen tahun ini dapat menghasilkan produksi terbaik, baik dari sisi kuantitas maupun konsistensi mutu kopi.

Varietas Arabika Yellow Caturra sendiri dikenal sebagai salah satu kopi premium yang memiliki karakter unik. Berbeda dengan kopi pada umumnya yang berubah merah saat matang, varietas ini justru menghasilkan buah berwarna kuning cerah.

Kondisi geografis lereng Gunung Raung dengan iklim pegunungan dan ketinggian di atas 1.000 mdpl dinilai sangat mendukung pembentukan karakter rasa kopi yang khas.

Kopi Yellow Caturra dari Kalibaru disebut memiliki tingkat keasaman yang bersih, aroma floral yang kuat, serta rasa manis menyerupai buah-buahan tropis.

Tidak hanya fokus pada produksi, Petani Raung Sejati juga terus memperkuat tata kelola budidaya kopi dari hulu hingga hilir melalui peningkatan standardisasi pertanian, pengolahan pascapanen, hingga pengembangan pemasaran.

Sejak dikonsolidasikan secara mandiri oleh petani lokal di Kalibaru, komunitas ini aktif membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, akademisi, hingga pelaku industri kopi nasional dan internasional.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperluas pasar kopi Banyuwangi, khususnya kopi specialty asal sub-zona Kalibaru, agar mampu bersaing di tingkat global.

“Ke depan kami ingin kopi Yellow Caturra dari Raung Sejati tidak hanya dikenal di pasar lokal, tetapi juga mampu menembus pasar internasional sebagai salah satu specialty coffee unggulan Indonesia,” ujar Shodiq.

Dengan musim panen yang diperkirakan tinggal menghitung hari, para petani mengaku optimistis kerja keras mereka selama satu musim tanam akan membuahkan hasil yang maksimal dan semakin mengangkat nama kopi Banyuwangi di kancah dunia.

 

 

Komentar