Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:31
NEWS

PERANG TIMUR TENGAH

Komisi I DPR dan Menhan Bahas Dinamika Timur Tengah, Syafrie: PBB Harus Cegah Krisis Kemanusiaan di Gaza

Komisi I DPR dan Menhan Bahas Dinamika Timur Tengah, Syafrie:  PBB Harus Cegah Krisis Kemanusiaan di Gaza
Menhan Syafrie Syamsuddin saat rapat kerja dengan Komisi I DPR (dok)

ASKARA-Komisi I DPR RI menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap dinamika geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah. Pasalnya yang terjadi di sana berpotensi mengganggu stabilitas energi internasional.

Hal ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Gedung Nusantara I, Senayan, Selasa (19/5/2026).

Ketua Komisi I DPR Utut Adianto, pada rapat itu menyoroti posisi strategis Selat Hormuz sebagai jalur vital distribusi minyak dunia. Untuk itu, pihaknya mengingatkan bahwa eskalasi konflik di kawasan tersebut dapat menimbulkan dampak luas terhadap pasokan energi global.

“Selat Hormuz menjadi perhatian khusus karena sekitar 20 persen suplai minyak dunia melewati jalur ini. Setiap serangan atau ketegangan di Iran bisa berimbas besar,” ujar Utut.

Dalam kesempatan itu, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin memaparkan perkembangan inisiatif perdamaian yang digagas Amerika Serikat melalui Board of Peace (BOP).

Namun ditegaskannya program tersebut belum berjalan efektif karena tingginya eskalasi konflik di Gaza dan sekitarnya.

“BOP dan International Stabilization Force saat ini tertunda akibat dinamika yang masih tinggi. Indonesia tetap berkomitmen menjalankan misi kemanusiaan,” jelas Sjafrie.

Pihaknya juga menekankan perlunya peran aktif Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mencegah memburuknya krisis kemanusiaan di Gaza. Menurutnya, ancaman terhadap jalur energi global tetap nyata selama Selat Hormuz berada dalam pusaran konflik.

“PBB harus lebih tegas menyerukan pencegahan genosida. Jalur energi dunia masih terancam,” tegasnya.

Rapat tersebut menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya memantau perkembangan geopolitik, tetapi juga mendorong langkah diplomasi internasional untuk menjaga stabilitas kawasan dan keamanan energi dunia.(dry)

Komentar