Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:28
NEWS

Azhari Idris Tinggalkan SKK Migas Kalsul, Warisan Program Jadi Sorotan

Azhari Idris Tinggalkan SKK Migas Kalsul, Warisan Program Jadi Sorotan
Azhari Idris dalam acara pelepasan yang digelar hangat dan penuh keakraban di Café Lim Kok Tong Kopi Tiam, Balikpapan Baru (Dok Panca)

ASKARA - Suasana haru mewarnai acara perpisahan Azhari Idris yang resmi mengakhiri masa pengabdiannya di industri hulu migas nasional setelah lebih dari dua dekade berkarier di sektor energi.

Acara pelepasan digelar hangat dan penuh keakraban di Café Lim Kok Tong Kopi Tiam, Balikpapan Baru, Jumat (15/5/2026), dengan dihadiri insan media, rekan kerja, serta sejumlah mitra industri migas di Kalimantan Timur.

Dalam kesempatan itu, Azhari mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Kalimantan Timur. Menurutnya, daerah tersebut bukan sekadar tempat bekerja, tetapi juga bagian penting dalam perjalanan hidupnya.

“Saya punya kesan luar biasa. Daerah ini tidak akan pernah saya lupakan,” ujar Azhari dengan nada haru.

Perjalanan kariernya di Balikpapan dimulai pada 2001 saat bergabung dengan Unocal Indonesia. Setelah sempat bertugas di Jakarta dan Aceh, ia kembali ke Kalimantan Timur dan dipercaya memimpin SKK Migas Kalsul sejak 2021.

Selama memimpin SKK Migas Kalsul, Azhari dikenal aktif mendorong keterlibatan perusahaan daerah dan BUMD dalam pengelolaan sektor hulu migas. Ia menilai daerah penghasil energi harus memperoleh manfaat ekonomi lebih besar melalui partisipasi aktif dalam industri strategis tersebut.

Menurutnya, kontribusi daerah dalam pengelolaan migas selama ini masih belum optimal. Karena itu, pihaknya melakukan pendampingan terhadap BUMD agar mampu terlibat dalam berbagai proyek migas di Kalimantan Timur.

Selain itu, program pelatihan las industri bagi putra daerah dari keluarga kurang mampu menjadi salah satu program yang paling mendapat perhatian selama kepemimpinannya. Melalui program tersebut, puluhan peserta rutin diberangkatkan ke Batam untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi industri.

“Hampir seratus persen langsung terserap kerja. Bahkan ada yang direkrut perusahaan di Singapura. Kita ingin anak daerah menjadi profesional dan pemimpin industri masa depan,” tegasnya.

Azhari menilai pembangunan sumber daya manusia lokal merupakan investasi jangka panjang yang jauh lebih penting dibanding hanya mengandalkan eksploitasi sumber daya alam.

Menjelang akhir masa tugasnya, ia juga menyampaikan optimismenya terhadap masa depan industri migas Kalimantan Timur. Menurutnya, penemuan cadangan migas baru di wilayah Selat Makassar menjadi sinyal positif bagi kebangkitan produksi energi nasional.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk media massa, terus menjaga iklim investasi yang kondusif demi keberlanjutan industri energi di daerah.

Posisi Azhari Idris selanjutnya akan digantikan Haryanto Safri yang sebelumnya bertugas di wilayah Papua dan Maluku.

“Saya percaya beliau bisa berbuat lebih baik lagi untuk Kalimantan Timur,” pungkasnya.

 

Komentar