Minggu, 05 Juli 2026 | 02:06
NEWS

Lapas Merauke Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Warga

Lapas Merauke Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Warga
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Merauke menggelar kegiatan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat di sekitar wilayah Kelurahan Mandala, Kabupaten Merauke (Dok Winona)

ASKARA - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Merauke menggelar kegiatan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat di sekitar wilayah Kelurahan Mandala, Kabupaten Merauke, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan bertajuk Program Pro Aksi tersebut dilaksanakan di halaman Lapas Merauke dan mendapat sambutan antusias dari warga sekitar, terutama kalangan lanjut usia.

Kepala Lapas Kelas II B Merauke, Hendrik, A.Md IP, S.Sos, MH mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi Lapas kepada masyarakat yang berada di sekitar lingkungan lembaga pemasyarakatan.

“Program Pro Aksi ini dibuat sebagai bentuk kontribusi kami kepada masyarakat di sekitar area Lapas. Dengan dukungan tim layanan kesehatan internal, kami mengadakan kegiatan kemanusiaan ini,” ujar Hendrik kepada Askara.

Hendrik yang baru menjabat sebagai Kalapas sejak 22 April 2026 itu mengaku kegiatan tersebut menjadi momentum untuk membangun kedekatan dan komunikasi dengan warga sekitar.

“Melalui kegiatan ini saya punya kesempatan bertemu langsung dengan masyarakat di sekitar Lapas,” katanya.

Dokter Elis Sembiring yang bertugas dalam layanan kesehatan Lapas Merauke menjelaskan, sekitar 45 warga mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis tersebut dan sebagian besar merupakan warga lanjut usia.

Adapun layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pengukuran berat badan dan tinggi badan, pengecekan gula darah, kolesterol, hingga asam urat.

“Kebanyakan warga yang datang adalah lansia. Mereka cukup antusias memanfaatkan layanan kesehatan gratis ini,” ujar Elis di sela kegiatan pemeriksaan.

Sementara itu, Kepala Seksi Binadik Lapas Merauke, Ramses, mengatakan kegiatan sederhana tersebut memiliki dampak positif bagi masyarakat sekitar karena keberadaan Lapas berada di tengah lingkungan warga.

“Kegiatan yang kami lakukan ini memang sederhana, tetapi berdampak bagi warga sekitar. Karena kami berada di tengah kehidupan masyarakat, maka sudah sewajarnya saling mendukung,” ujarnya.

Ke depan, pihak Lapas Merauke berencana menjadikan kegiatan sosial semacam ini sebagai agenda rutin. Selain pelayanan kesehatan, kegiatan tersebut juga akan dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dan sosialisasi hukum kepada masyarakat.

“Sekali mendayung, dua tiga program bisa berjalan sekaligus,” tutur Hendrik sambil tersenyum.

 

Komentar