Wagub Papua Selatan Tekankan Semangat Pela Gandong di Hari Pattimura
ASKARA - Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa, menegaskan pentingnya menjaga nilai persaudaraan dan kerukunan antarumat beragama serta antarsuku melalui prinsip “Pela Gandong” dan “Sagu Salempeng Dipatah Dua” dalam peringatan Hari Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura ke-209 di Taman Mandala, Merauke, Jumat (15/5/2026).
Dalam sambutannya, Paskalis mengatakan semangat perjuangan Kapitan Pattimura harus menjadi landasan memperkuat sinergitas antara Pemerintah Provinsi Papua Selatan dengan masyarakat Maluku yang berada di Merauke.
“Nilai Pela Gandong dan Sagu Salempeng Dipatah Dua menjadi perekat persaudaraan dan kerukunan di Papua Selatan,” ujar Paskalis.
Peringatan Hari Pattimura tahun 2026 tersebut diselenggarakan Ikatan Keluarga Nusa Ina Ambon Lease (NUSALEA) Kabupaten Merauke dan dihadiri Bupati Merauke Yoseph Bladip Gebze, Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, serta keluarga besar masyarakat Maluku di wilayah tersebut.
Paskalis menegaskan pemerintah daerah mendukung berbagai kegiatan yang mengangkat eksistensi budaya dan sejarah masyarakat Maluku di Papua Selatan.
Ia juga mengingatkan pentingnya mewarisi semangat juang Kapitan Pattimura dalam konteks pembangunan Provinsi Papua Selatan sebagai daerah otonomi baru.
Menurutnya, kontribusi keluarga besar NUSALEA selama ini sangat membantu mendukung program pembangunan daerah di Kabupaten Merauke.
Dalam kesempatan itu, Paskalis menyampaikan dua komitmen strategis Pemerintah Provinsi Papua Selatan untuk pelaksanaan Hari Pattimura tahun 2027 mendatang.
Pertama, Pemerintah Provinsi Papua Selatan berharap Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo dapat hadir untuk menerima dan menyalakan Obor Pattimura sebagai simbol kepemimpinan dan persatuan.
Kedua, pemerintah provinsi akan memfasilitasi serta mendukung pendanaan maupun akomodasi pelaksanaan Hari Pattimura 2027.
Suasana peringatan berlangsung meriah dan penuh keakraban dengan nuansa musik serta tarian khas Maluku yang mewarnai seluruh rangkaian acara.
Seruan “Lawamena Haulala” terus dikumandangkan sebagai simbol semangat untuk terus maju dan pantang mundur dalam membangun kehidupan bersama.
Melalui peringatan tersebut, masyarakat diajak menerjemahkan nilai perjuangan Kapitan Pattimura dalam kehidupan sehari-hari melalui berbagai profesi, mulai dari guru, petani, nelayan, pemuda, hingga aparatur sipil negara.
Acara tersebut juga menarik perhatian masyarakat umum yang melintas di sekitar lokasi dan berhenti untuk menyaksikan berbagai atraksi budaya dan hiburan yang ditampilkan dalam perayaan Hari Pattimura ke-209 tersebut.

Komentar