Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:59
NEWS

Elen Kamkopimu Konsisten Berdayakan SDM OAP

Elen Kamkopimu Konsisten Berdayakan SDM OAP
Elen Kamkopimu dan SDM OAP yang bekerja di freeport (Dok Askara/freeport)

ASKARA - Sosok perempuan asli Papua Selatan, Elisabeth Helena Agnila Kamkopimu, menjadi salah satu entrepreneur tangguh yang tetap eksis mengembangkan usaha di Tanah Papua. Sejak 2016, perempuan yang akrab disapa Elen itu membangun usaha di bawah bendera CV Sarana Global Papua sebagai direktur utama.

Memasuki tahun 2025, Elen kembali melebarkan sayap bisnisnya dengan mendirikan PT Sarana Global Papua yang bergerak di bidang outsourcing tenaga kerja.

Kepada Askara, Elen ditemui usai mengikuti kegiatan Workshop Perempuan Mandiri Finansial di Era Digital yang berlangsung di Auditorium Kantor Bupati Merauke, Rabu (13/5).

Saat ini, Elen juga menjabat sebagai Wakil Ketua I Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi Papua Selatan.

Perempuan kelahiran Merauke yang berasal dari Suku Yaqhai, Kabupaten Mappi itu membeberkan perjalanan usahanya yang kini terus berkembang dan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi Orang Asli Papua (OAP).

“Perusahaan kami saat ini membawahi delapan orang staf,” ujar Elen.

Ia menjelaskan, PT Sarana Global Papua menjalin kerja sama dengan Universitas Musamus Merauke dan berhasil mempekerjakan 65 tenaga kerja yang terdiri dari 30 tenaga security, 28 cleaning service, dan tujuh penata kebun.

Tak hanya itu, perusahaan miliknya juga bekerja sama dengan Bank Papua Kepi di Kabupaten Mappi dengan menyediakan empat tenaga cleaning service. Bahkan, kerja sama juga dilakukan dengan LLDIKTI di Kabupaten Biak, Papua, dengan menyediakan delapan tenaga security dan tenaga driver.

“Mayoritas tenaga kerja yang kami rekrut adalah Orang Asli Papua,” ungkapnya.

Meski begitu, Elen mengakui perjalanan usahanya tidak selalu mudah. Persaingan dengan perusahaan outsourcing dari luar Papua menjadi tantangan tersendiri.

“Tantangan yang kami hadapi selama ini adalah persaingan dengan saudara-saudara kita dari Nusantara yang lebih dahulu terjun di bidang outsourcing dan tentu lebih berpengalaman dibanding kami,” tutur Elen dengan rendah hati.

Namun demikian, ia tetap optimistis dan berusaha menjaga kepercayaan dari berbagai pihak yang bekerja sama dengan perusahaannya.

“Saya berusaha menjaga kepercayaan, karena saat ini peluang untuk anak muda Papua sangat terbuka,” katanya.

Di balik keberhasilannya, Elen juga menyimpan kegelisahan terkait pengembangan sumber daya manusia anak-anak muda OAP. Dengan nada lirih dan mata berkaca-kaca, ia mengaku masih menghadapi tantangan soal kedisiplinan dan tanggung jawab kerja.

“Satu hal tantangan terberat bagi saya sebagai pengusaha yang punya kerinduan berkontribusi bagi pengembangan SDM anak-anak muda OAP adalah terkadang mereka kurang bertanggung jawab dan tidak menyelesaikan pekerjaan tepat waktu,” ujarnya.

Karena itu, Elen berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kapasitas generasi muda Papua melalui berbagai pelatihan dan pengembangan diri.

“Saya berpikir anak-anak muda ini harus terus melakukan capacity building, misalnya mengikuti workshop, seminar, dan pelatihan tentang public speaking, kepribadian, manajemen waktu, bahkan manajemen keuangan. Itu sedang saya agendakan,” pungkasnya optimistis.

 

Komentar