Dodhy Longgy, Dosen Muda Universitas Musamus Aktif Edukasi UMKM dan Digital Marketing
ASKARA - Sosok dosen muda Universitas Musamus Merauke, Dodhy Hyronimus Ama Longgy, M.Sc, menjadi perhatian dalam berbagai kegiatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat di Papua Selatan, khususnya di bidang pemasaran digital, pengelolaan keuangan, dan pengembangan UMKM.
Dodhy yang merupakan dosen Program Studi Manajemen Konsentrasi Pemasaran pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Musamus saat ini menyandang jabatan akademik sebagai Asisten Ahli.
Namanya kerap hadir sebagai narasumber dalam berbagai seminar dan workshop bertema ekonomi kreatif, frugal marketing, psikologi pemasaran, manajemen keuangan, hingga pengembangan UMKM di era digital.
Kemampuan public speaking yang dimilikinya membuat materi yang disampaikan mudah diterima berbagai kalangan peserta, termasuk pelaku UMKM dengan latar belakang yang beragam.
Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan interaktif, Dodhy mampu mengemas materi yang dianggap rumit menjadi lebih sederhana dan mudah dipahami tanpa terkesan menggurui.
Hal itu terlihat saat dirinya menjadi narasumber dalam kegiatan Workshop Perempuan Mandiri Finansial di Era Digital yang digelar di Merauke.
Ditemui di sela kegiatan, dosen muda berdarah Nusa Tenggara Timur tersebut mengaku senang dapat berbagi ilmu dan pengalaman kepada masyarakat.
“Saya merasa senang ketika bisa berbagi informasi dan pengetahuan yang saya miliki kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan generasi muda,” ujarnya.
Sebagai akademisi aktif, Dodhy mengaku fokus mendalami kajian dan pengembangan di bidang digital marketing yang dinilainya terus berkembang seiring kemajuan teknologi.
Tak hanya aktif mengajar, Dodhy juga menorehkan sejumlah prestasi di tingkat nasional. Ia tercatat menerima penghargaan Dosen Berdampak 2025 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia atas dedikasi dan kontribusinya dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Selain itu, Dodhy juga memiliki kompetensi dan sertifikasi di bidang analisis pembiayaan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Meski telah meraih berbagai penghargaan, Dodhy mengaku belum merasa puas dan tetap aktif membangun ruang dialog bersama mahasiswa.
Menurutnya, mahasiswa perlu didorong untuk memiliki kemampuan berpikir kritis agar mampu memahami, menganalisis, dan mengambil keputusan secara objektif dengan tetap menjunjung nilai integritas.
“Critical thinking penting agar mahasiswa mampu memahami persoalan secara objektif dan mengambil keputusan dengan ketulusan hati serta memiliki integritas yang sejati,” tuturnya menutup perbincangan.

Komentar