Jumat, 03 Juli 2026 | 08:54
COMMUNITY

PKK Merauke Gelar Workshop Perempuan Mandiri Finansial di Era Digital

PKK Merauke Gelar Workshop Perempuan Mandiri Finansial di Era Digital
Tim Penggerak PKK Kabupaten Merauke menggelar Workshop Perempuan Mandiri Finansial di Era Digital bertema “Dompet Terjaga, Jualan Meraja, Keluarga Sejahtera” di Auditorium Kantor Bupati Merauke (Dok Winona)

ASKARA - Tim Penggerak PKK Kabupaten Merauke menggelar Workshop Perempuan Mandiri Finansial di Era Digital bertema “Dompet Terjaga, Jualan Meraja, Keluarga Sejahtera” di Auditorium Kantor Bupati Merauke, Rabu (13/5).

Kegiatan tersebut didukung oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) KCP Merauke dan Universitas Musamus serta diikuti puluhan pelaku UMKM binaan Rumah BUMN Telkom bersama perwakilan organisasi perempuan di Kabupaten Merauke.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Merauke, Nofa Gebze, mengatakan tema yang diangkat bukan sekadar slogan, melainkan harapan besar di tengah perkembangan era digital yang semakin pesat.

Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam mendukung dan memperkuat ekonomi keluarga, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital.

“Dengan teknologi kita bisa belajar, bekerja bahkan berjualan dari rumah,” ujar Nofa Gebze.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan pengelolaan keuangan yang baik agar masyarakat tidak terjebak pola hidup konsumtif.

“Perempuan khususnya para ibu memiliki peran penting dalam mengatur ekonomi keluarga. Jika pengeluaran dapat diatur dengan bijak maka rumah tangga akan lebih terarah. Jika ekonomi keluarga kuat tentunya kesejahteraan akan semakin meningkat,” katanya.

Workshop sehari tersebut menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi Universitas Musamus Merauke, yakni Dodhy Hyronimus Ama Longgy, MSc, dosen Program Studi Manajemen Universitas Musamus.

Dalam pemaparannya, Dodhy membahas pengelolaan keuangan dan strategi pemasaran UMKM di era digital. Selain itu, tim BRI KCP Merauke juga memberikan presentasi mengenai manfaat penggunaan QRIS bagi pelaku usaha.

Melalui workshop tersebut, peserta diharapkan mampu memperoleh pengetahuan baru mulai dari cara mengatur keuangan rumah tangga, menyusun tabungan, mengelola utang secara bijak hingga memanfaatkan media sosial dan marketplace sebagai sarana pemasaran usaha.

Nofa Gebze menegaskan perempuan saat ini tidak hanya dituntut menjadi pengguna teknologi, tetapi juga harus mampu menjadi pelaku usaha digital yang cerdas, kreatif, dan mandiri.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Merauke, Beni Malik, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan workshop tersebut karena dinilai sangat relevan dengan perkembangan zaman.

“Workshop perempuan mandiri finansial di era digital sangat penting dan relevan dengan perkembangan teknologi saat ini. Perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Selain sesi pemaparan materi, kegiatan juga menghadirkan sesi berbagi pengalaman bertajuk woman support woman dengan menghadirkan pelaku UMKM sukses Nia Rumahlewang dari Rumahlewang Collection.

Dalam kesempatan itu, Nia membagikan pengalamannya membangun usaha rajutan sejak 2018 hingga mampu dikenal luas dan terlibat dalam berbagai event nasional. Ia juga menjelaskan strategi menjaga kualitas produk dan promosi usaha agar tetap bertahan di tengah persaingan pasar.

Workshop berlangsung meriah dan interaktif. Para peserta yang mayoritas merupakan pelaku UMKM perempuan tampak antusias mengikuti sesi diskusi dan aktif mengajukan pertanyaan kepada para narasumber.

Suasana semakin hangat ketika panitia dari Tim PKK membagikan berbagai merchandise kepada peserta di sela-sela kegiatan, sehingga acara berlangsung penuh keakraban dan semangat pemberdayaan perempuan.

 

 

Komentar