Rabu, 01 Juli 2026 | 18:16
MILITER

Kodaeral XIV Perkuat Sinergi Pengamanan Laut Migas Papua-Maluku

Kodaeral XIV Perkuat Sinergi Pengamanan Laut Migas Papua-Maluku
Workshop Mekanisme Pengamanan Laut pada Wilayah Kerja Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Papua dan Maluku yang digelar di Swiss-Belhotel Ambon, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon (Dok Dispenkodaeral14)

ASKARA - Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) XIV Sorong menghadiri Workshop Mekanisme Pengamanan Laut pada Wilayah Kerja Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Papua dan Maluku yang digelar di Swiss-Belhotel Ambon, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Selasa (12/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Komandan Kodaeral XIV Laksamana Muda TNI Djatmoko diwakili Kapoksahli Kodaeral XIV Kolonel Marinir Rio Sukanto, M.Tr.Hanla.

Workshop diselenggarakan sebagai upaya memperkuat koordinasi dan sinergi pengamanan laut di wilayah operasi sektor migas Papua dan Maluku yang memiliki nilai strategis sebagai objek vital nasional.

Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan membangun kesamaan persepsi antar pemangku kepentingan maritim, aparat keamanan, pemerintah daerah, SKK Migas, serta perusahaan migas dalam menjaga stabilitas keamanan laut.

Dalam sambutannya, Wakil Komandan Kodaeral IX Laksamana Pertama TNI Dr. Muhammad Risahdi yang mewakili Komandan Kodaeral IX menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh unsur terkait guna menjaga keamanan wilayah laut, khususnya di area operasi migas yang menjadi bagian penting ketahanan energi nasional.

Menurutnya, sinergi antara TNI AL, SKK Migas, KKKS, dan instansi terkait diharapkan mampu membangun sistem pengamanan laut yang efektif, responsif, dan berkelanjutan dalam menghadapi berbagai ancaman maritim.

Sementara itu, Kadep Ops SKK Migas Adhiya menyampaikan bahwa operasi migas lepas pantai memiliki karakteristik high risk, high cost, dan highly strategic, sehingga aspek keamanan laut menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan operasional dan investasi energi nasional.

Ia menambahkan wilayah perairan Papua dan Maluku memiliki tantangan geografis yang luas dan kompleks sehingga membutuhkan pola pengamanan terpadu dan responsif.

“Melalui workshop ini diharapkan lahir langkah strategis dan pola koordinasi efektif dalam menghadapi potensi ancaman keamanan laut terhadap objek vital nasional sektor migas,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asops Dankodaeral XIV Kolonel Laut (P) Himawan, MMSMC., Aster Dankodaeral XIV Kolonel Laut (P) Sri Rakhmadi, M.Tr.Hanla., jajaran unsur operasi Kodaeral XIV, Komandan KRI Bawal-875, Komandan Lanal Fak Fak, serta perwakilan Kodaeral IX Ambon.

Selain unsur TNI AL, workshop juga melibatkan perwakilan SKK Migas, stakeholder maritim, instansi pemerintah terkait, dan sejumlah perusahaan migas yang beroperasi di Papua dan Maluku seperti BP Indonesia, Genting Oil Kasuri Ltd, Petronas E&P Bobara Sdn. Bhd, EnQuest Petroleum, Petrogas Ltd, dan Inpex Masela.

Melalui forum tersebut, diharapkan tercipta mekanisme pengamanan laut yang semakin solid guna mendukung kelancaran operasional sektor migas sekaligus memperkuat keamanan maritim nasional.

 

Komentar