Game Online Jadi Celah Baru Penyebaran Paham Radikal
ASKARA - Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membawa berbagai kemudahan bagi masyarakat, termasuk dalam dunia hiburan melalui game online. Namun di balik popularitasnya, aparat keamanan kini menaruh perhatian serius terhadap potensi penyalahgunaan platform digital tersebut oleh kelompok radikal dan jaringan terorisme.
Game online dinilai bukan lagi sekadar sarana hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media pendekatan hingga perekrutan anggota baru, terutama dari kalangan remaja dan anak muda yang aktif berinteraksi di dunia maya.
Modus yang digunakan umumnya dilakukan secara bertahap melalui ruang percakapan dalam permainan, media sosial, hingga aplikasi pesan pribadi. Pelaku biasanya membangun hubungan pertemanan terlebih dahulu sebelum mulai menyisipkan doktrin radikal, ujaran kebencian, hingga ajakan melakukan tindakan melanggar hukum.
Pengamat keamanan siber menilai kelompok radikal memanfaatkan komunitas game online karena dianggap efektif menjangkau generasi muda. Interaksi yang berlangsung intens serta identitas pengguna yang relatif anonim membuat proses pendekatan menjadi lebih mudah dilakukan tanpa terdeteksi.
Sejumlah kasus di Indonesia juga menunjukkan adanya individu yang mulai terpapar paham ekstremisme setelah aktif berkomunikasi dengan kelompok tertentu melalui platform digital dan komunitas daring.
Menyikapi kondisi tersebut, aparat kepolisian mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas digital anak-anak. Pengawasan tidak hanya terkait durasi bermain game, tetapi juga mencakup komunitas pergaulan online, jenis permainan yang diakses, hingga pola komunikasi di internet.
Selain itu, literasi digital dinilai menjadi langkah penting untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif di dunia maya. Edukasi mengenai bahaya propaganda, provokasi, serta ciri-ciri ajakan mencurigakan perlu terus ditingkatkan di lingkungan keluarga maupun sekolah.
Masyarakat juga diminta segera melapor kepada aparat apabila menemukan akun, grup, atau komunitas digital yang menyebarkan paham radikal, ajakan kekerasan, maupun konten yang mengarah pada tindakan terorisme.
Dengan pengawasan bersama serta penggunaan internet yang lebih bijak, diharapkan generasi muda dapat terhindar dari ancaman penyebaran paham ekstrem melalui media digital dan game online.

Komentar