Senin, 06 Juli 2026 | 16:10
NEWS

TABRAKAN KA DI BEKASI TIMUR

Presiden KAI Desak Menhub dan Dirut PT KAI Mundur dari Jabatannya

Presiden KAI Desak Menhub dan Dirut PT KAI Mundur dari Jabatannya
Presiden Kawulo Alit Indonesia (KAI), Ali Mashun (dok)

ASKARA- Buntut dari tragedi tabrakan antara KRL versus KA Argo Bromo Anggrek, muncul desakan agar Menteri Perhubungan dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) mundur dari jabatannya.

Desakan itu dilontarkan Presiden Kawulo Alit Indonesia (KAI) Ali Mahsun ATMO, M. Biomed, Selasa (28/4/2026) menyikapi tragedi yang menewaskan 14 penumpang dan 84 orang luka-luka.

Menurutnya, tragedi Anggrek-KRL Bekasi Timur ini bukan sekedar sebuah otoritatif para pejabat negara terkait, melainkan melekat tanggungjawab moral dan etik.

"Untuk itu, saya mendesak Menteri Perhubungan dan Direktur Utama PT KAI segera mengundurkan diri," kata Ali Mashun yang juga Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia-Perjuangan (APKLI-P) ini.

Peristiwa tabrakan itu terjadi beberapa jam seusai Presiden Prabowo Subianto melantik 6 pejabat kabinet merah putih reshuffle ke-5, Senin, 27 April 2026, tepatnya jam 20.57 WIB. KRL yang menabrak sebuah taksi yang mogok dijalur kereta dan berhenti di Stasiun Bekasi Timur ditabrak KA Argo Bromo Anggrek dari arah Jakarta.

Akibat peristiwa itu, sebanyak 14 nyawa melayang dan 84 korban luka-luka dirawat di 6 rumah sakit. Lebih dari itu, ujar Ali Mashun yang juga alumni FK UI, tragedi ini mengakibatkan trauma psikis dan rasa tidak aman naik kereta api.

"Sangat memilukan dan menggambarkan semrawutnya tata kelola perkeretaapian di Indonesia. Bahkan bisa jadi kaca spion sengkarutnya tata kelola negeri ini, dimana beberapa waktu lalu juga terjadi Tragesi Kedaulatan Bandar Udara Swasta Morowali Sulawesi," tegasnya.

Pihaknya menegaskan Tragedi Anggrek-KRL Bekasi Timur adalah soal nyawa dan keselamatan anak manusia. Bukan sekedar sebuah otoritatif pejabat negara terkait.

"Oleh karena itu, Menteri Perhubungan dan Direktur Utama PT KAI harus bertanggungjawab secara moral dan etik. Kalau di Jepang harakiri," tegas Ali Mahsun.

Atas kejadian tersebut, Presiden Prabowo mendatangi TKP dan menjenguk para korban. Tak lupa Prabowo mentampaikan rasa prihatin, duka cita dan bela sungkawa, serta perintahkan investigasi menyeluruh.

Lebih dari itu, sudah setujui anggaran Rp 4 trilyun untuk perbaiki 1.800 lintasan kereta api di Pulau Jawa, baik dengan flyover maupun post jaga. (dry)

Komentar