TABRAKAN KA DI BEKASI TIMUR
KNKT Diminta Investigasi Penyebab Tabrakan dan Evaluasi Sistem Mitigasi Kecelakaan
ASKARA-Terkait tabrakan KRL versus sebuah taksi, dan kereta api jarak jauh Argo Bromo yang mengakibatkan sejumlah penumpang meninggal dunia dan puluhan luka luka, di stasiun Bekasi Timur, Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sofwan Dedy Ardyanto, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut.
Atas peristiwa itu, pihaknya meminta seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian penuh terhadap penanganan para korban, khususnya yang saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Dalam situasi darurat, tidak boleh ada hambatan, termasuk faktor administrasi. Penanganan medis harus menjadi prioritas utama, termasuk kemudahan pembiayaan melalui asuransi,” ujar Sofwan, Selasa (27/4/2026).
Selain itu, dia mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk segera melakukan investigasi menyeluruh guna mengungkap penyebab kecelakaan.
Sofyan menyoroti beberapa hal penting yang harus didalami, di antaranya pemicu terjadinya kecelakaan beruntun yang melibatkan KRL, kendaraan taksi, dan KA Argo Bromo.
Menurutnya, perlu ada evaluasi terhadap sistem mitigasi kecelakaan, khususnya di stasiun-stasiun padat yang dilintasi oleh kereta komuter dan kereta jarak jauh.
“Perlu dijawab bagaimana sistem monitoring maupun petugas di lapangan bisa gagal mendeteksi atau mengantisipasi laju KA Argo Bromo hingga menabrak rangkaian KRL yang sedang berhenti,” tegasnya.
Dia juga meminta investigasi terhadap laporan masyarakat terkait dugaan gangguan teknis pada armada taksi listrik.
Langkah itu ujarnya penting untuk memastikan apakah kendaraan yang terlibat dalam insiden tersebut mengalami kendala teknis hingga berhenti di tengah perlintasan rel.
Dia menambahkan, jika diperlukan, pemerintah harus melakukan inspeksi menyeluruh terhadap armada transportasi terkait guna memberikan jaminan keselamatan kepada masyarakat.
“Seluruh kemungkinan penyebab harus dibuka secara transparan sebagai bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” pungkasnya. (dry)

Komentar