Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:39
COMMUNITY

Lewat Karyanya, Gerak Pemuda Angkat Potensi Desa

Lewat Karyanya, Gerak Pemuda Angkat Potensi Desa
Ratusan pemuda dari berbagai desa di Sukodono berkumpul di Teras Manazela, Rabu (22/4/2026) malam (Dok Parman)

ASKARA - Ratusan pemuda dari berbagai desa di Sukodono berkumpul di  Teras Manazela, Rabu (22/4/2026) malam. Mereka berdiskusi dan berdialog bersama  terkait potensi desanya. 

Para pemuda itu bergerak untuk mengangkat potensi desanya masing-masing dengan cara menarasikan keunikan desa lewat konten kreatif di media sosial dan website. 

Acara bertajuk Kopilaborasi - Narasi Desa : Expose Potensi Lewat Cerita dan Karya  itu juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kominfo Sidoarjo Eri Sudewo, Anggota DPRD  Sidoarjo H Sullamul Hadi Nurmawan, dan sejumlah wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Sidoarjo (Forwas). 

Kepala Dinas Kominfo Sidoarjo Eri Sudewo mengatakan Kabupaten Sidoarjo memiliki  beragam potensi desa yang menonjol. Potensi desa itu perlu diangkat dan dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat desa. Oleh karenanya dibutuhkan  peran generasi muda yang akrab dengan teknologi. 

Ia yakin generasi muda Sidoarjo 
memiliki kreativitas dan inovasi dalam mengelola potensi desa menjadi nilai ekonomis.
“Saya berharap generasi muda Sidoarjo ikut mengangkat potensi desa yang  memungkinkan bisa kita angkat. 

Kita masukkan teknologi di dalamnya, nanti kita  kemas bareng-bareng, kita angkat potensi desa itu, kalau itu bisa jalan, saya yakin  mungkin Sukodono ini bisa menjadi pilot project bagaimana mengangkat potensi desa 
dengan melibatkan generasi muda,”ucapnya.

Eri mencontohkan saat dirinya membuat inovasi aplikasi BMW (Berkas Melaku Dewe). 
Aplikasi yang dibuat saat dirinya menjabat Sekretaris Kecamatan Sukodono itu  membawa dampak besar bagi pelayanan pemerintah. Masyarakat dimudahkan dalam 
pengurusan administasi kependudukan. 

“Itu salah satu contoh bagaimana kalau kita bisa membuat sebuah ide, terus kemudian melaksanakannya, itu akan membawa dampak bagi sekitar.

Alhamdulillah pada waktu 
itu tahun 2014, aplikasi BMW itu bisa membawa nama Sukodono sampai tingkat nasional," ujarnya.

Eri mengatakan perkembangan teknologi saat ini sangat cepat. Disrupsi teknologi  begitu cepat berkembang. Otomatisasi dapat mengancam lapangan pekerjaan. Alih  tenaga manusia menjadi mesin bukanlah hal yang tidak mungkin.

Oleh karenanya  generasi muda saat ini harus dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan 
teknologi informasi.

“Kita harus meningkatkan kompetensi diri kita untuk menghadapi disrupsi teknologi 
yang begitu cepat berkembang, teknologi yang begitu cepat maju, yang nantinya bisa  jadi akan mengambil alih tenaga manusia menjadi mesin, menjadi otomatisasi,"  ujarnya.

Sementara itu Anggota DPRD Sidoarjo H. Sullamul Hadi Nurmawan berharap 
generasi muda Sidoarjo dapat mengeluarkan potensi desanya dengan caranya  masing-masing. 

Ia melihat semua desa di Kabupaten Sidoarjo mempunyai potensi 
yang harus dikembangkan. Salah satunya Desa Sukodono. Namun untuk mengangkat  potensi desa itu tergantung kreatifitas generasi muda.  “Semua desa punya potensi, tergantung pemuda yang ada di sini kreatif apa ndak,”  ucapnya. 

Para peserta juga sangat antusias. Anita, pemuda dari Desa Suko menceritakan  sejumlah keunggulan desanya yang siap untuk dinarasikan dengan berbagai konten. 

Demikian juga Ilyas, pemuda Jogosatru yang berhasil mengubah image desanya lewat  sejumlah karya video kreatif. 

“Panjunan juga punya beberapa kelebihan. Kami berharap bisa mendapat  pendampingan dari Kominfo maupun Forwas untuk bisa mengulik konten-konten 
kreatif dari desa kami,” ujar Fahmi, peserta dari Desa Panjunann. Git/mas.

 

Komentar