KAKI Dideklarasikan, Dorong Standarisasi Pendidikan Kopi Nasional
ASKARA - Upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di industri kopi Indonesia semakin konkret dengan dideklarasikannya Kumpulan Akademi Kopi Indonesia (KAKI), Jumat (17/4/2026). Kehadiran KAKI menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem pendidikan kopi yang terintegrasi dan berbasis kebutuhan industri.
Deklarasi ini berlangsung dalam rangkaian ajang Allfood Indonesia 2026 yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, praktisi, pelaku usaha, hingga lembaga pembiayaan.
KAKI dibentuk sebagai wadah kolaborasi antar lembaga pendidikan kopi di Indonesia. Fokus utamanya mencakup peningkatan standar pendidikan, penguatan sertifikasi kompetensi berbasis industri, serta menjembatani kebutuhan dunia usaha dengan dunia pendidikan.
Ketua Umum PaPIKI, Steve Hidayat, menegaskan bahwa pembentukan KAKI bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari gerakan kolaboratif yang berkelanjutan.
Menurutnya, pendidikan kopi di Indonesia harus terhubung satu sama lain dan mampu menjawab tantangan industri yang terus berkembang.
Dalam kesempatan tersebut, juga digelar mini talkshow bertema pendidikan kopi yang menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk dari sektor perbankan. Kehadiran Bank Mandiri dinilai menjadi sinyal positif meningkatnya perhatian terhadap sektor kopi sebagai bagian dari penguatan ekonomi nasional.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan uji kompetensi barista berbasis standar nasional, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pembiayaan dan distribusi, serta kompetisi Master of Manual Roast – Agniraga yang menjadi ajang unjuk inovasi dan talenta baru di industri kopi.
Melalui inisiatif ini, KAKI diharapkan mampu menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem kopi Indonesia yang lebih terstruktur, profesional, dan memiliki daya saing global.
Kumpulan Akademi Kopi Indonesia sendiri merupakan inisiatif kolaboratif yang menghimpun berbagai lembaga pendidikan kopi guna meningkatkan kualitas, standarisasi, serta relevansi pendidikan kopi di Tanah Air.

Komentar