PERANG TIMUR TENGAH
Harga Plastik Tak Terkendali, UMKM Menjerit, Pemerintah Diminta Turun Tangan
ASKARA-Pemerintah diminta untuk segera mengintervensi lonjakan harga plastik yang kian tak terkendali.
Permintaan itu disampaikan anggota Komisi VII DPR , Yoyok Riyo Sudibyo, dalam rilis, Rabu (15/4/2026>.
Dia menegaskan, kenaikan harga bahan baku kemasan ini dinilai telah mencekik ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta industri rumahan di seluruh Indonesia.
"Harga plastik di pasar saat ini telah melonjak hingga dua kali lipat. Bagi pelaku ekonomi kreatif dan industri makanan-minuman, kemasan plastik bukan sekadar bungkus, melainkan komponen biaya produksi yang menentukan nilai jual produk," kata Yoyok.
Pihaknya menyingkirkan lonjakan harga ini merupakan dampak berantai dari ketegangan global, khususnya aksi saling blokade Selat Hormuz antara Amerika Serikat dan Iran. Konflik ini telah mengganggu distribusi logistik dan menaikkan biaya bahan baku berbasis minyak bumi, termasuk plastik.
Yoyok melihat kebijakan pemerintah saat ini, seperti menahan harga BBM agar tidak naik, belum cukup untuk meredam tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat lapis bawah.
Untuk itu, pihaknya mengingatkan pemerintah agar tidak menganggap enteng persoalan ini. Tanpa intervensi, tegasnya, pelaku UMKM dihadapkan pada dua pilihan sulit yakni menaikkan harga produk yang berisiko menurunkan daya beli, atau menanggung kerugian biaya produksi yang membengkak.
Pada bagian lain, dia menyindir kebijakan fiskal pemerintah yang dinilai kontradiktif dengan kondisi masyarakat saat ini. Yoyok berharap pemerintah lebih fokus mencari solusi efektif daripada menambah beban rakyat melalui kebijakan pajak.
“Jangan sampai sektor UMKM yang menjadi roda penggerak ekonomi Negara harus terus tergerus, sementara Pemerintah justru lebih sibuk memajaki rakyatnya. Di sinilah ujian kepiawaian Pemerintah dalam meredakan kondisi ekonomi akibat konflik global,” katanya. (dry)

Komentar