PIKI Panaskan Pra Kongres 2026, Siap Guncang Arah Strategis Nasional
ASKARA - Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) menggelar Pra Kongres VII Tahun 2026 sebagai langkah konsolidasi nasional dalam merumuskan arah strategis organisasi di tengah dinamika global dan nasional, beberapa waktu lalu.
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid dari Jakarta ini diikuti jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari seluruh Indonesia. Fokus utama pembahasan adalah pembaruan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai upaya penguatan tata kelola organisasi berbasis nilai dan intelektualitas.
Ketua Umum PIKI, Badikenita Sitepu, dalam sambutannya yang disampaikan secara daring dari Seoul, Korea Selatan, menegaskan, Kongres VII PIKI tetap akan dilaksanakan dan menjadi momentum penting bagi konsolidasi gagasan organisasi.
Ia mengajak seluruh kader untuk tidak hanya hadir, tetapi juga aktif berkontribusi dalam memperkuat peran PIKI sebagai wadah kaum inteligensia.
Selain itu, PIKI juga berencana melakukan audiensi dengan Presiden Prabowo Subianto guna memperkuat kontribusi pemikiran organisasi dalam perumusan kebijakan nasional.
Ketua Umum juga menekankan pentingnya membuka ruang diskursus yang lebih luas, termasuk membahas implikasi geopolitik global terhadap Indonesia, serta optimalisasi platform digital untuk memperluas jangkauan gagasan organisasi di ruang publik.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PIKI, Audy Wuisang, menyampaikan revisi AD/ART menjadi agenda strategis yang telah bergulir sejak Kongres Luar Biasa 2017.
Menurutnya, pembaruan tersebut bukan sekadar administratif, tetapi menyangkut penegasan identitas dan arah organisasi ke depan.
“PIKI perlu menata kembali fondasi organisasinya agar konsisten sebagai rumah besar kaum inteligensia, bukan sekadar organisasi kemasyarakatan,” tegasnya.
Ia menambahkan, sejumlah aspek yang menjadi perhatian meliputi penyesuaian nomenklatur organisasi, penguatan identitas melalui Mars PIKI, serta penajaman posisi organisasi di ruang publik.
PIKI menargetkan seluruh proses pembaruan dapat diselesaikan dalam Kongres 2026, sehingga pada 2027 organisasi memiliki kerangka yang lebih adaptif, terukur, dan relevan dengan tantangan zaman.
Ketua Panitia Kongres VII PIKI, Benyamin Patondok, memastikan seluruh rangkaian kegiatan menuju Kongres VII yang akan digelar pada 30 April hingga 2 Mei 2026 di Jakarta dipersiapkan dengan baik dan aman sesuai ketentuan.
Pra Kongres VII PIKI 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi internal sekaligus menegaskan peran organisasi sebagai bagian dari ekosistem pemikiran strategis bangsa di tengah kompetisi global yang semakin kompleks.

Komentar