Silitonga Se-Jabodetabek Rayakan Bona Taon Penuh Sukacita
ASKARA - Suasana penuh sukacita mewarnai perhelatan Pesta Bona Taon dan Periodeisasi Guru Hinombingan Silitonga dohot Boruna se-Jabodetabek 2026 yang digelar di Sopo Marpingkir, Jakarta Timur, Minggu (22/3/2026).
Sekitar 1.500 pomparan Guru Hinombingan hadir memadati lokasi acara, menjadikan perayaan tahunan ini berlangsung meriah dan penuh kehangatan kekeluargaan. Turut hadir Ketua Umum Parsadaan Raja Silitonga se-Jabodetabek Ganda Silitonga serta perwakilan dari Sihutur Dakka, Datu Sipogu, Oppu Lamin, dan Oppu Djindjing.
Dalam momentum tersebut, dilakukan pula pelantikan kepengurusan baru Partungkoan Guru Hinombingan se-Jabodetabek periode 2026--2030 yang kini dipimpin oleh Dr. Dikson Silitonga.
Dalam sambutannya, Dikson menegaskan bahwa Bona Taon bukan sekadar perayaan, melainkan sarana memperkuat persaudaraan dan identitas marga.
"Momentum ini menjadi ajang mempererat kebersamaan, mempertegas jati diri, serta membangun tekad bersama menuju masa depan yang lebih baik," ujarnya.
Acara diawali dengan ibadah yang dipimpin Pdt. Sortaria Boru Silitonga STh, dilanjutkan dengan pelantikan pengurus baru serta pemberian penghargaan kepada ketua sebelumnya, Marlon Silitonga, sebagai bentuk apresiasi atas pengabdiannya.
Kemeriahan semakin terasa dengan penampilan artis Batak seperti Putri Silitonga dan Nadeak Sister yang menghibur para peserta. Selain itu, ratusan door prize yang dibagikan kepada peserta membuat suasana semakin semarak hingga akhir acara.
Ketua Panitia, Jhon Genesis Silitonga, mengajak seluruh pomparan Guru Hinombingan untuk tetap menjaga kekompakan dan mendukung kepengurusan yang baru.
"Kita harus tetap bersatu dan saling mendukung demi kemajuan bersama," ujarnya.
Salah satu momen yang paling menyentuh dalam acara tersebut adalah pemberian kenang-kenangan kepada sekitar 40 anggota berusia di atas 80 tahun sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi mereka dalam menjaga nilai-nilai leluhur.
Pesta Bona Taon pun ditutup dengan penuh haru melalui lantunan lagu "O Tano Batak," menandai kuatnya ikatan emosional dan kebersamaan di antara seluruh pomparan yang hadir.

Komentar