Terpisah Sejak 1955, Dipertemukan Lagi Lewat Senam Perwatusi Sehat
ASKARA - Kisah inspiratif datang dari komunitas Perwatusi yang menunjukkan bahwa olahraga tak hanya menjaga kesehatan, tetapi juga mempererat kembali tali silaturahmi yang telah lama terpisah.
Seorang peserta senam virtual Perwatusi, Elly Tjiong Giok Bwee yang kini berdomisili di Amerika Serikat, membagikan pengalaman menyentuh saat kembali terhubung dengan sahabat lamanya, Sue Azis, yang merupakan teman sekolah sejak masa SMP hingga SMA.
Menurut Elly, keduanya sempat berpisah sejak tahun 1955 ketika memilih jalur pendidikan berbeda. Namun, melalui kegiatan senam virtual Perwatusi, mereka akhirnya kembali dipertemukan secara daring setelah puluhan tahun tidak berjumpa.
"Secara pribadi kami belum bertemu sejak 1955. Kami merasa sangat diberkati bisa bertemu kembali melalui Perwatusi. Tulang kami jadi kuat, badan sehat, dan bisa bersilaturahmi lagi," ungkap Elly dalam testimoninya.
Tak hanya soal pertemanan, Elly juga menyampaikan kabar menggembirakan terkait kondisi kesehatannya. Ia menyebut hasil pemeriksaan Bone Mineral Density (BMD) menunjukkan kondisi normal pada pergelangan tangan, tulang belakang, dan pinggul berkat latihan rutin yang dijalaninya.
Testimoni ini mendapat apresiasi dari dokter Ade Tobing yang menyebut kisah tersebut sangat inspiratif, terutama karena Elly tetap aktif dan bugar di usia lebih dari 90 tahun.
"Ini sangat menginspirasi. Senam virtual Perwatusi bukan hanya menyehatkan, tapi juga mempertemukan kembali sahabat lama," ujarnya.
Ade Tobing juga mengungkapkan bahwa Elly menjalani gaya hidup aktif sehari-hari, termasuk rutin berjalan kaki di sekitar danau dekat tempat tinggalnya di Chicago.
Sementara itu, Ketua Umum Perwatusi Anita A Hutagalung turut mengapresiasi kisah tersebut. Ia menilai senam yang dilakukan secara benar, terukur, dan teratur mampu menjaga kesehatan, bahkan hingga usia lanjut.
"Masya Allah, luar biasa. Di usia lebih dari 90 tahun masih diberikan kesehatan. Ini bukti bahwa olahraga yang konsisten membawa manfaat besar," katanya.
Elly berharap kegiatan senam virtual Perwatusi dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak peserta, tidak hanya sebagai sarana olahraga, tetapi juga sebagai misi sosial yang mampu menyatukan kembali relasi yang lama terpisah.
Kisah ini menjadi bukti bahwa di balik aktivitas sederhana seperti senam, tersimpan manfaat besar, mulai dari kesehatan fisik hingga kebahagiaan emosional melalui pertemuan kembali dengan orang-orang terkasih.

Komentar