SOIna Siapkan Pesonas 2026 di Kupang, Seleksi Atlet Menuju World Games
SOIna Siapkan Pesonas 2026 di Kupang, Seleksi Atlet Menuju World Games
JAKARTA – Special Olympics Indonesia (SOIna) tengah mempersiapkan dua agenda olahraga besar bagi atlet disabilitas intelektual, yakni Pekan Special Olympics Nasional 2026 (Pesonas) dan Special Olympics World Summer Games 2027.
Ketua Umum SOIna, Warsito Ellwein, mengatakan Pesonas 2026 dijadwalkan berlangsung pada 13–17 Oktober 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Ajang ini menjadi kompetisi olahraga tertinggi tingkat nasional bagi atlet bertalenta khusus atau penyandang disabilitas intelektual.
“Pesonas akan menjadi ajang seleksi nasional untuk menentukan atlet yang akan mewakili Indonesia pada Special Olympics World Summer Games 2027,” kata Warsito di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Sementara itu, Special Olympics World Summer Games dijadwalkan digelar pada 12–26 Oktober 2027 di Santiago, Chile. Ajang olahraga internasional tersebut diselenggarakan setiap empat tahun sekali dan diikuti ribuan atlet disabilitas intelektual dari berbagai negara.
Menurut Warsito, delegasi Indonesia untuk ajang dunia tersebut direncanakan berjumlah 69 orang yang terdiri dari atlet, pelatih, dan ofisial. Jumlah ini meningkat dibandingkan partisipasi Indonesia pada Special Olympics World Summer Games 2023 di Berlin, Jerman yang mengirimkan 34 orang dan berhasil meraih 10 medali emas, 5 perak, serta 8 perunggu.
Dalam keikutsertaan di Santiago 2027, SOIna menargetkan capaian yang lebih tinggi dengan membawa pulang 20 medali emas, 35 perak, dan 40 perunggu.
Warsito menambahkan, lebih dari 2.000 atlet dari berbagai negara diperkirakan akan ambil bagian dalam kompetisi internasional tersebut.
Sebagai organisasi yang menjadi bagian dari Special Olympics International, SOIna selama ini aktif menyelenggarakan pelatihan dan kompetisi bagi atlet bertalenta khusus di Indonesia.
“Melalui olahraga, para atlet ini dapat merasakan kompetisi yang sesungguhnya, mengatasi rasa rendah diri, memahami arti kemenangan, serta tetap aktif sepanjang hidup mereka,” ujar Warsito.
Untuk mendukung penyelenggaraan kedua ajang tersebut, SOIna juga menyiapkan kegiatan gala dinner guna menggalang dukungan dari para donatur serta memperkenalkan potensi atlet bertalenta khusus kepada masyarakat.
Warsito menilai upaya ini juga penting untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap penyandang disabilitas intelektual yang selama ini masih kerap dipandang negatif. Padahal, jumlah penyandang disabilitas intelektual di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari lima juta orang.

Komentar