Senin, 20 Juli 2026 | 02:37
NEWS

Industri Diminta Tak Abai Lingkungan, PPLI Buka Diskusi Publik

Industri Diminta Tak Abai Lingkungan, PPLI Buka Diskusi Publik
PPLI menghadirkan dua narasumber internal, yakni LSS Manager Ahmad Farid dan Laboratory Manager Muhammad Yusuf Firdaus (Dok PPLI)

ASKARA - PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) kembali menegaskan komitmennya terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan sekaligus kepedulian sosial melalui kegiatan Ramadan Sustainability Talk & Media Gathering 2026.

Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan diskusi bertema lingkungan bersama kalangan jurnalis, tetapi juga diikuti aksi sosial berupa pembagian bibit pohon serta penyaluran ribuan paket sembako kepada warga Desa Nambo dan Desa Bantarjati, Kabupaten Bogor. Program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat hubungan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

Melalui kegiatan ini, PPLI ingin mendorong terbangunnya kolaborasi antara sektor industri, media, dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran serta aksi nyata terhadap isu keberlanjutan lingkungan dan tanggung jawab sosial.

Penasihat Rumah Yatim Bogor, Nurfadillah, menyambut positif langkah yang dilakukan PPLI. Menurutnya, kegiatan yang melibatkan berbagai pihak dapat memperkuat kepedulian bersama terhadap pelestarian lingkungan.

“Upaya menjaga lingkungan memang membutuhkan kolaborasi banyak pihak. Kegiatan seperti ini menjadi ruang penting untuk membangun kesadaran sekaligus mendorong aksi nyata bersama,” ujar Nurfadillah.

Dalam sesi diskusi, PPLI menghadirkan dua narasumber internal, yakni LSS Manager Ahmad Farid dan Laboratory Manager Muhammad Yusuf Firdaus. Keduanya memaparkan pentingnya pengelolaan limbah yang bertanggung jawab serta penerapan standar teknis yang ketat dalam kegiatan industri.

Ahmad Farid menjelaskan bahwa konsep keberlanjutan seharusnya tidak hanya dipahami sebagai kewajiban regulasi, melainkan menjadi bagian integral dari strategi operasional perusahaan.

“Sustainability harus menjadi bagian dari strategi bisnis dan operasional industri. Tidak hanya untuk memenuhi aturan, tetapi juga mendorong efisiensi, inovasi, dan tanggung jawab terhadap lingkungan,” jelasnya.

Sementara itu, Muhammad Yusuf Firdaus menekankan pentingnya peran laboratorium dalam memastikan seluruh proses pengelolaan limbah berjalan sesuai standar yang berlaku.

“Laboratorium memiliki fungsi krusial untuk memastikan setiap proses pengelolaan limbah memenuhi standar teknis melalui pengujian yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Kegiatan ini juga melibatkan puluhan jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Peduli Lingkungan Indonesia (AJPLI) sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi publik mengenai isu lingkungan dan keberlanjutan industri.

Menutup diskusi, Ahmad Farid menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci utama dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

“Keberlanjutan tidak bisa dikerjakan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara industri, media, dan masyarakat agar upaya menjaga lingkungan dapat berjalan secara konsisten dan berdampak luas,” pungkasnya.

Melalui rangkaian kegiatan Ramadan ini, PPLI berharap dapat terus memperkuat kontribusi nyata perusahaan dalam pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab sekaligus memberikan manfaat sosial bagi masyarakat sekitar.

 

Komentar