BMKG Bongkar Rahasia Cuaca 2026, TNI Diminta Siaga Ancaman Baru
ASKARA – (BMKG) menegaskan bahwa informasi cuaca, iklim, dan geofisika bukan sekadar peringatan dini bencana, melainkan faktor strategis yang menentukan keberhasilan operasi militer, khususnya dalam pembangunan infrastruktur dan tugas-tugas teknis di lapangan.
Penegasan tersebut disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, saat memberikan pembekalan dalam Rapat Pembinaan Teknis Kecabangan Zeni Tahun Anggaran 2026 di Bogor, Jumat (27/02/2026). Mengusung tema “Informasi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika sebagai Pilar Utama dalam Pengurangan Risiko Bencana”, Faisal menekankan bahwa cuaca kini menjadi bagian tak terpisahkan dari perencanaan teknis.
Menurutnya, keberhasilan misi konstruksi maupun operasi alat berat sangat bergantung pada kondisi gelombang laut, curah hujan, hingga data geofisika. Ia mencontohkan, satuan Zeni TNI yang bekerja di darat maupun perairan membutuhkan informasi presisi agar proyek berjalan aman dan efisien.
Sebagai kecabangan yang berada di garis depan konstruksi, perintis, serta penanggulangan bencana dalam kerangka Operasi Militer Selain Perang (OMSP), Zeni TNI AD dinilai sangat memerlukan dukungan data BMKG. Layanan tersebut mencakup sektor penerbangan, maritim, darat, pertanian, hingga kesehatan.
Di sektor penerbangan, BMKG menyediakan informasi pertumbuhan awan Cumulonimbus dan rute aman. Sementara di sektor maritim, data gelombang tinggi, pasang surut, dan keselamatan pelabuhan menjadi layanan rutin, bahkan satu stasiun meteorologi maritim dapat melayani belasan pelabuhan sekaligus.
Pada sektor darat dan pertanian, informasi cuaca berperan dalam menentukan distribusi logistik dan hasil panen. Petani, misalnya, dapat menunda pengiriman komoditas saat diprediksi hujan lebat guna menjaga kualitas produk.
Faisal juga memaparkan kondisi iklim 2026 yang diperkirakan berada pada fase netral tanpa dominasi El Niño maupun La Niña, namun dengan curah hujan lebih rendah dibanding 2025. Wilayah selatan ekuator seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara diprediksi mengalami kemarau lebih nyata sehingga perlu mewaspadai kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan.
Menutup arahannya, Kepala BMKG mengimbau jajaran Zeni TNI AD memanfaatkan aplikasi InfoBMKG serta menjalin komunikasi aktif dengan 191 Unit Pelaksana Teknis BMKG di seluruh Indonesia. Ia menegaskan, dukungan informasi yang akurat menjadi kunci keselamatan personel sekaligus keberhasilan setiap misi negara.

Komentar