Rabu, 22 Juli 2026 | 00:03
MILITER

Satgas Kuala TNI Percepat Pengerukan Muara Kuala Penaga

Satgas Kuala TNI Percepat Pengerukan Muara Kuala Penaga
Satgas mengerahkan sejumlah alat berat di kawasan Muara Kuala Penaga Lama, mulai dari excavator long arm dan excavator standar berbagai tipe, tugboat, kapal tongkang, hingga dredger (Dok Puspen TNI)

ASKARA - Satuan Tugas (Satgas) Kuala TNI terus mempercepat penanganan sedimentasi di Muara Kuala Penaga, Kabupaten Aceh Tamiang. Pengerukan dilakukan secara bertahap dan mulai menunjukkan progres signifikan sebagai bagian dari pemulihan pascabencana, sekaligus langkah mitigasi untuk menekan risiko banjir berulang.

Normalisasi muara dinilai strategis karena berpengaruh langsung terhadap kelancaran aliran air dari hulu ke laut. Endapan lumpur yang menumpuk selama ini disebut menjadi salah satu pemicu pendangkalan muara, yang berdampak pada meluapnya air dan genangan di kawasan permukiman saat curah hujan tinggi.

Komandan Satgas Kuala TNI, Kolonel (Mar) Firman Gunawan, mengatakan pengerukan difokuskan untuk mengembalikan fungsi utama sungai agar aliran air kembali optimal.

“Target kita adalah memulihkan fungsi sungai agar lebih dalam dan lebar. Dengan begitu, aliran air akan kembali lancar dan daya tampung sungai meningkat signifikan saat curah hujan tinggi,” ujar Firman di Aceh Tamiang, Selasa (17/2/2026).

Dalam mendukung pengerjaan di lapangan, Satgas mengerahkan sejumlah alat berat di kawasan Muara Kuala Penaga Lama, mulai dari excavator long arm dan excavator standar berbagai tipe, tugboat, kapal tongkang, hingga dredger. Selain itu, alat berat tambahan juga disiagakan di garasi Tanjung Binjai sebagai cadangan operasional, guna memastikan pekerjaan berlangsung efektif dan berkesinambungan.

Selain menekan potensi banjir, normalisasi muara juga membawa dampak langsung bagi aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, terutama nelayan. Dengan alur pelayaran yang lebih dalam dan terjaga, kapal nelayan dapat keluar masuk lebih mudah tanpa harus menunggu pasang tinggi atau khawatir kandas.

Akses yang semakin lancar tersebut dinilai dapat menghemat waktu dan biaya operasional, sekaligus meningkatkan produktivitas nelayan, sehingga mendorong penguatan ekonomi masyarakat pesisir Aceh Tamiang.

 

Komentar