Tokoh Papua Selatan John Gluba Gebze
Jakarta Hujan, Tapi Semangat Kerja Jangan Padam
ASKARA - Tokoh masyarakat Papua Selatan, John Gluba Gebze, menyampaikan pesan reflektif tentang semangat kerja, persatuan tindakan, serta panggilan kemanusiaan untuk membantu warga yang masih hidup dalam kekurangan.
Pesan itu ia sampaikan saat berada di Jakarta, Senin (9/2/2026), melalui rangkaian catatan yang menggambarkan suasana ibu kota pada pagi hari yang masih diguyur hujan.
“Rupanya ibukota masih saja terus diguyur hujan seakan alam tidak bertoleransi memandang Jakarta sebagai ibu kota sebuah negara besar Indonesia Raya,” tulis John Gluba Gebze dalam pesannya.
Ia menggambarkan Jakarta pada pagi hari sebagai kota yang masih lengang ketika warganya terlelap, sementara waktu terus berjalan dan mengajak semua orang kembali bangkit melanjutkan agenda masing-masing.
“Bangunlah saudara/saudariku, mari kita lanjutkan kerja agenda masing-masing setelah kita mengaso kemarin. Lanjutkan karyamu, moga sukses,” tulisnya.
Ajak Kompak dalam Tindakan untuk Martabat Papua
Dalam pesan lainnya, John Gluba Gebze menekankan pentingnya kekompakan dan tindakan nyata untuk merampungkan berbagai pekerjaan rumah yang belum selesai, khususnya terkait upaya memperkokoh martabat masyarakat Papua.
“Sunyi dalam harapan, kompak dalam tindakan, merampungkan misi pekerjaan rumah mulia yang belum selesai guna memperkokoh martabat penghuni negeri se pulau,” tulisnya.
Ia juga menyinggung harapan masyarakat di pedalaman Papua yang terus menanti kerja-kerja nyata demi kesejahteraan, seraya menyebut adanya agenda kerja yang masih menjadi perhatian, termasuk terkait Komite Eksekutif Otsus Papua.
Soroti Ketimpangan: Masih Ada yang Belum Hidup Setara
Selain soal semangat kerja dan misi sosial, John Gluba Gebze juga menyoroti realitas ketimpangan sosial yang menurutnya masih terjadi hingga kini.
Ia menyebut, dalam satu bumi pijakan dan satu kolong langit, masih ada sesama manusia yang hidup jauh dari standar martabat kemanusiaan yang layak.
“Ternyata sampai sekarang kita semua belum hidup setara karena masih ada sesama manusia sekaum yang hidup berkekurangan yang sangat jauh dari martabat kemanusiaan yang layak,” tegasnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk mengobarkan gerakan membantu sesama agar kelompok yang masih tertinggal dapat menikmati kehidupan yang lebih layak.
“Ayo mari kita kobarkan gerakan membantu sesama, agar mereka juga dapat hidup layak seperti kaum lainnya,” pungkasnya.

Komentar