Tak Cari Pujian, Kodim Aceh Tengah Masih Bergulat dengan Derita Rakyat
ASKARA - Komando Distrik Militer (Kodim) 0106/Aceh Tengah menegaskan komitmen Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk terus berada di garis depan membantu masyarakat terdampak bencana tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Pengabdian tersebut disebut sebagai bagian tak terpisahkan dari jati diri TNI sebagai tentara rakyat.
Komandan Kodim 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmita, menyatakan bahwa hingga kini proses pemulihan di sejumlah wilayah belum sepenuhnya rampung. Masih ada warga yang menghadapi keterbatasan akses kebutuhan dasar dan infrastruktur yang belum pulih.
Menurutnya, kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan untuk mencari pengakuan, melainkan menjalankan tanggung jawab moral dan institusional. Selama masih ada warga yang terdampak dan membutuhkan bantuan, prajurit TNI akan tetap bekerja di lapangan.
“Bagi kami, keberhasilan tugas bukan diukur dari penghargaan, tetapi ketika masyarakat bisa kembali beraktivitas secara normal dan merasa aman,” ujar Letkol Herman.
Kodim Aceh Tengah saat ini memfokuskan pengerahan personel pada pemenuhan kebutuhan dasar warga, pendampingan masyarakat rentan, serta percepatan pemulihan sarana dan prasarana yang rusak akibat bencana.
Ia menambahkan, apresiasi terbesar bagi prajurit TNI adalah melihat warga bangkit dari keterpurukan, bukan menerima penghargaan formal di tengah kondisi yang masih membutuhkan perhatian serius.
Dalam pelaksanaan tugas kemanusiaan tersebut, TNI terus bersinergi dengan pemerintah daerah, kepolisian, relawan, dan elemen masyarakat. Kerja bersama ini dinilai menjadi fondasi penting agar pemulihan pascabencana berjalan efektif dan berkelanjutan.
Kodim 0106/Aceh Tengah menegaskan akan terus mendampingi masyarakat hingga seluruh wilayah terdampak benar-benar pulih. Bagi TNI, pengabdian kepada rakyat adalah kehormatan yang melekat dan tidak dapat dipisahkan dari tugas utama sebagai penjaga bangsa.

Komentar