Perhutani Perkuat Tata Kelola Wisata Ciwangun Indah Camp Lewat Skema Kemitraan
ASKARA - Perum Perhutani KPH Bandung Utara memperkuat pengelolaan kawasan wisata alam Ciwangun Indah Camp melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Ciwangun Indah Cemerlang. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam menata pengelolaan wisata berbasis kemitraan bisnis yang memiliki kepastian hukum.
Objek wisata Ciwangun Indah Camp berada di kawasan hutan Petak 62A, E, dan J Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cisarua, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lembang, Desa Cihanjuang Rahayu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Penandatanganan PKS tersebut dilaksanakan belum lama ini.
Kegiatan ini dihadiri Administratur Perhutani KPH Bandung Utara, Dedy S.J. Mulyanto, didampingi Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis, Aas Hastuti, beserta jajaran. Hadir pula Direktur PT Ciwangun Indah Cemerlang, Oky Yeksa Dwianto, bersama tim manajemen dan para pemangku kepentingan terkait.
Dedy S.J. Mulyanto menyampaikan bahwa kerja sama ini bertujuan mendorong Wisata Ciwangun Indah Camp berkembang sebagai destinasi pariwisata tematik yang mengedepankan potensi alam, khususnya keindahan curug yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.
Menurutnya, pengelolaan kawasan hutan untuk kegiatan wisata harus dilandasi kepastian hukum agar setiap aktivitas berjalan sesuai regulasi dan prinsip kelestarian hutan. PKS menjadi instrumen penting untuk memastikan keseimbangan antara pemanfaatan ekonomi dan perlindungan lingkungan.
“Melalui PKS ini, seluruh kegiatan pengelolaan memiliki payung hukum yang jelas, sehingga dapat berjalan tertib, terukur, dan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan, Rabu (28/1).
Dedy menambahkan, perjanjian kerja sama tersebut berlaku selama dua tahun dengan skema business to business sesuai ketentuan Perum Perhutani. Evaluasi kinerja akan dilakukan secara berkala melalui mekanisme monitoring dan evaluasi sebelum dilakukan perpanjangan kerja sama.
Sementara itu, Direktur PT Ciwangun Indah Cemerlang, Oky Yeksa Dwianto, menegaskan komitmen pihaknya untuk melibatkan masyarakat sekitar hutan dalam pengelolaan wisata. Keterlibatan tersebut akan difasilitasi melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).
“Kami membuka ruang partisipasi bagi LMDH, baik dalam bentuk masukan pengembangan wisata maupun dukungan terhadap keamanan kawasan. Kolaborasi ini diharapkan memberi manfaat ekonomi sekaligus memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap kawasan hutan,” kata Oky.
Ia berharap, pengelolaan Wisata Ciwangun Indah Camp ke depan tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan, tetapi juga menjadi contoh pengelolaan wisata alam yang kolaboratif, berkelanjutan, dan berpihak pada kelestarian lingkungan.

Komentar