Rabu, 17 Juni 2026 | 21:04
MILITER

TNI AL Gelar Passing Exercise di Perairan Karang Unarang

TNI AL Gelar Passing Exercise di Perairan Karang Unarang
Latihan Passing Exercise (PASSEX) di perairan Karang Unarang, wilayah perbatasan laut antara Republik Indonesia dan Malaysia (Dok Dispenkoarmada)

ASKARA - Unsur Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada II TNI Angkatan Laut melaksanakan latihan Passing Exercise (PASSEX) di perairan Karang Unarang, wilayah perbatasan laut antara Republik Indonesia dan Malaysia. Latihan ini melibatkan empat kapal perang, yakni KRI WSH-991, KRI AMY-351, KRI AJK-635, dan KRI SDT-851, dengan fokus pada peningkatan kesiapsiagaan dan profesionalisme prajurit di laut.

Dari atas geladak KRI WSH-991, rangkaian manuver kapal perang terlihat berjalan presisi dan terkoordinasi. Komunikasi antarkapal berlangsung intens seiring dengan perubahan formasi dan haluan kapal yang dilakukan secara cepat dan terukur, mencerminkan tingkat kesiapan tempur unsur-unsur KRI yang terlibat.

Latihan PASSEX ini menjadi sarana penting untuk menyamakan prosedur operasi, meningkatkan interoperabilitas antarunsur, serta mengasah naluri tempur prajurit TNI AL dalam menghadapi berbagai dinamika tugas pengamanan laut. Melalui latihan tersebut, kemampuan taktis dan koordinasi lapangan terus diasah guna mendukung pelaksanaan operasi sesungguhnya.

Pelaksanaan latihan di perairan Karang Unarang memiliki nilai strategis mengingat kawasan tersebut merupakan wilayah perbatasan NKRI yang memiliki potensi kerawanan cukup tinggi. Selain itu, wilayah ini juga menjadi entry point Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II dari arah utara, sehingga memerlukan pengawasan dan kesiapsiagaan yang berkelanjutan.

Kehadiran unsur Guspurla Koarmada II dalam latihan ini menegaskan komitmen TNI Angkatan Laut untuk menjaga stabilitas keamanan kawasan perbatasan, memperkuat pengawasan laut, serta memastikan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap terjaga.

Pada pelaksanaan latihan tersebut turut hadir Panglima Komando Armada RI Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata, S.E., M.M., CHRMP yang on board di KRI WSH-991. Ia didampingi Pangkoarmada II Laksamana Muda TNI Gung Putu Alit Jaya, S.H., M.Si., Danguspurla Koarmada II Laksamana Pertama TNI Endra Hartono, S.H., M.Han, serta Asops Pangkoarmada RI Laksamana Pertama TNI Mohammad Taufik, M.M.D.S.

Kehadiran Pangkoarmada RI dan jajaran pimpinan TNI AL tersebut memberikan dorongan moril dan meningkatkan semangat juang para prajurit pengawak KRI dalam menjalankan tugas pengamanan wilayah perbatasan laut Indonesia.

 

 

Komentar