Senin, 20 Juli 2026 | 02:59
NEWS

Krisis Iran Memburuk, Jurnalis Asia Peringatkan Ancaman Perang Dunia Baru

Krisis Iran Memburuk, Jurnalis Asia Peringatkan Ancaman Perang Dunia Baru
Ilustrasi wartawan di medan perang (Dok istock)

ASKARA - Asia Journalists Association (AJA) menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi krisis yang terus memburuk di Iran. Dalam pernyataan resmi tertanggal 15 Januari 2026, Presiden AJA Lee Sang-Ki menegaskan pentingnya penahanan diri dan penyelesaian damai guna melindungi keselamatan manusia serta menjamin kebebasan pers.

AJA menyatakan tengah mencermati eskalasi krisis di berbagai wilayah Iran dengan rasa cemas, takut, namun juga disertai secercah harapan. Gelombang demonstrasi nasional yang terjadi dinilai menjadi tantangan serius bagi stabilitas negara.

“AJA menyampaikan duka mendalam atas terus bertambahnya korban jiwa yang sangat berharga,” demikian pernyataan resmi tersebut.

AJA juga menyuarakan keprihatinan serius terhadap tindakan represif aparat, termasuk penggunaan kekuatan berlebihan dan penangkapan massal terhadap warga sipil yang menyampaikan aspirasi terkait melonjaknya harga kebutuhan pokok serta kebijakan pemerintah yang dinilai membatasi.

Selain itu, AJA memperingatkan bahwa jika situasi berkembang menjadi kekacauan dan perpecahan yang lebih luas, kondisi tersebut berpotensi membuka ruang bagi intervensi eksternal. Hal itu dinilai tidak hanya akan melemahkan stabilitas nasional Iran, tetapi juga berisiko memicu konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah dan mengancam perdamaian di Asia.

Krisis ini, menurut AJA, semakin diperparah dengan penahanan jurnalis secara sewenang-wenang serta pembatasan ketat terhadap peliputan media. Pembungkaman pers dinilai bukan solusi, melainkan justru memperdalam ketidakpercayaan publik.

Dalam pernyataannya, AJA menyampaikan tiga seruan utama:

Pertama, AJA mendesak otoritas Iran untuk segera menghentikan penggunaan kekerasan terhadap warga sipil dan menempuh penyelesaian damai dengan mendengarkan suara para demonstran.

Kedua, krisis harus diselesaikan melalui dialog sukarela dan demokratis di dalam negeri Iran, tanpa menciptakan dalih bagi campur tangan pihak luar. AJA menekankan bahwa komunitas internasional harus menghormati kedaulatan Iran.

Ketiga, pemerintah Iran diminta menjamin kebebasan pers dan hak atas informasi, segera membebaskan jurnalis yang ditahan, serta memastikan lingkungan yang aman bagi peliputan langsung di lapangan.

AJA menyatakan harapannya agar Iran dapat segera keluar dari krisis, memulihkan perdamaian dan stabilitas nasional. Organisasi jurnalis Asia tersebut juga menegaskan akan terus memantau secara ketat perkembangan situasi di Iran.

 

Komentar