Silaturahmi Bersama Kader PDI Perjuangan Cirebon
Prof. Rokhmin Dahuri: Organisasi Bukan Tempat Cari Susah, Tapi Ladang Mimpi dan Kekuatan Rakyat!
ASKARA – Dalam suasana hangat dan penuh semangat, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri MS, menggelar silaturahmi bersama jajaran pengurus dan kader PDI Perjuangan Kota Cirebon, Kamis (8/1). Acara ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan nilai-nilai kebersamaan, disiplin, dan kerja kolektif sebagai fondasi perjuangan politik yang berdampak.
Dalam sambutannya, Prof. Rokhmin menegaskan bahwa organisasi bukanlah tempat untuk mencari kesulitan, melainkan ruang untuk tumbuh, belajar, dan bermimpi besar. “Jangan berorganisasi itu cari susah. Saya yakin bahwa up until now sampai sekarang the best of party di Indonesia adalah partai kita, PDI Perjuangan,” tegas Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2001–2004 itu.
Prof. Rokhmin menekankan bahwa organisasi harus menjadi ruang belajar yang aktif dan inklusif. Ia harus mampu menguatkan kapasitas diri setiap kader serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Prinsip ini, menurutnya, adalah fondasi utama dalam membangun gerakan politik yang berdaya dan berpihak pada rakyat.
Mimpi dan Kekuatan untuk Orang Baik
Dalam pidato yang penuh motivasi, Rektor Universitas UMMI Bogor dan Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan IPB University ini mengajak para kader untuk tidak hanya menjadi pengharum nama partai, tetapi juga menjadi pemegang kekuasaan yang membawa perubahan. “Orang baik itu harus punya power. Jangan hanya mengharumkan nama PDIP tapi tidak menjadi anggota DPRD, walikota. Kita harus punya mimpi jadi anggota legislatif, jadi eksekutif, mimpi jadi pengusaha atau mimpi jadi ilmuwan di PDI Perjuangan,” ujarnya.
Silaturahmi Sebagai Energi Perjuangan
Prof. Rokhmin berharap semangat silaturahmi ini terus menjadi energi positif dalam perjuangan politik dan sosial. Ia ingin organisasi menjadi kekuatan transformasi yang berakar pada nilai-nilai kebersamaan dan pengabdian, bukan sekadar struktur formal, tetapi rumah perjuangan yang membesarkan mimpi dan keberanian.
"Organisasi bukan tempat membandingkan, tapi tempat membangun. Tempat orang baik meraih kekuatan, dan tempat mimpi-mimpi rakyat menemukan jalannya," tegasnya.

Komentar