Forum Peduli Perlindungan Perempuan dan Anak Merauke Rumuskan Langkah Strategis pada Peringatan Hari HAM Sedunia
ASKARA - Rapat Koordinasi Lintas Sektor yang digelar dalam wadah Forum Peduli Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Merauke berlangsung dinamis dan penuh gagasan. Kegiatan ini bertepatan dengan momentum peringatan Hari Hak Asasi Manusia Sedunia, menjadi ruang strategis untuk memperkuat komitmen bersama dalam menangani isu-isu perlindungan perempuan dan anak.
Ketua Forum, Dr. Fauzun Nihayah, dalam sambutan pembukaan menekankan sejumlah isu krusial yang harus diarusutamakan dalam program kerja tiap bidang. Menurutnya, tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak menuntut langkah terukur, sinergi lintas sektor, serta kehadiran negara yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Gunawan, S.Sos., Co-Fasilitator dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Merauke, menjelaskan kepada Askara.com bahwa anggota forum dibagi menjadi tiga kelompok kerja: bidang pencegahan; bidang penanganan kasus dan penegakan hukum; serta bidang pemulihan, pemberdayaan, dan rehabilitasi sosial. “Anggota forum ditempatkan sesuai pengalaman mereka mendampingi kasus di lapangan. Meskipun forum ini masih berjalan tanpa dukungan anggaran operasional, teman-teman tetap semangat karena semuanya berangkat dari komitmen dan loyalitas,” ujarnya, Rabu (10/12).
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Delsiana Gebze, turut memberikan apresiasi kepada seluruh mitra yang selama ini membangun sinergi dengan pemerintah daerah. Ia menyoroti peran The Asia Foundation yang telah mendukung berbagai program NGO lokal seperti Petrus Vertenten dan El-Adper. “Dukungan ini sangat membantu program kerja kami, terutama dalam memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan kapasitas pendamping di lapangan,” kata Delsiana kepada Askara.co.
Rakor berlangsung hangat dengan diskusi kelompok yang melibatkan peserta dari berbagai latar belakang. Isu-isu yang menjadi fokus pembahasan mencakup tingginya angka KDRT, kekerasan seksual, pernikahan anak, minimnya pelaporan akibat budaya tutup mulut, serta akses layanan yang masih terbatas. Persoalan kemiskinan, putus sekolah, hingga tingginya kasus HIV pada ibu rumah tangga juga menjadi perhatian khusus.
Figur Dr. Fauzun Nihayah kembali mendapat sorotan positif dalam forum ini. Sebagai Ketua Forum sekaligus Wakil Bupati Merauke, ia dikenal sebagai sosok yang konsisten memperjuangkan perlindungan perempuan dan anak sejak masa tugasnya di DPR Provinsi Papua. Pengalamannya di lapangan membuatnya memahami detail setiap persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Bagi saya, kerja itu melayani,” tegas Fauzun, sebuah prinsip yang tampak nyata dalam langkahnya memimpin forum ini untuk menyusun agenda kerja yang lebih kuat, terukur, dan berpihak pada kelompok rentan di Merauke.

Komentar