Yayasan TRAMP Tugaskan Relawan Lakukan Asesmen dan Bantuan Kemanusiaan di Tapanuli
ASKARA - Yayasan Sosial Kemanusiaan TRAMP resmi menugaskan tiga relawan untuk melakukan asesmen sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan di wilayah terdampak bencana di Batang Toru, Sibolga, Pandan, dan kawasan pesisir Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Surat tugas tersebut ditandatangani Ketua Yayasan TRAMP, Achmad Nawir Harahap, pada Senin, 8 Desember 2025.
Ketiga relawan yang ditugaskan adalah Muhammad Ismukandar Mandji, Arya Sheva Fadillah, dan Simo Bimantoro Jyalito. Mereka akan bertugas selama satu bulan, mulai 9 Desember 2025 hingga 9 Januari 2026. Dalam surat tersebut, yayasan meminta seluruh pihak terkait memberikan dukungan penuh demi kelancaran misi kemanusiaan. Usai menjalankan tugas, para relawan diwajibkan menyerahkan laporan tertulis kepada yayasan.
Salah satu relawan, Muhammad Ismukandar Mandji, memberikan gambaran terkini terkait kondisi lapangan. Menurutnya, kerusakan di wilayah pesisir seperti Barus, Sibolga, dan sekitarnya tergolong parah. Ia membandingkan situasi tersebut dengan bencana sebelumnya di Aceh Tamiang. “Aceh Tamiang itu parah waktu banjir pertama, setelah akses jalan terbuka perlahan tapi pasti mulai pulih kembali. Kalau di Tapanuli Selatan dan Tengah ini sama sekali akses darat belum terbuka karena banyaknya titik longsor,” ujarnya.
Ismukandar menjelaskan, hingga kini bantuan hanya bisa disalurkan melalui jalur udara akibat tertutupnya sejumlah ruas jalan. Ia sendiri sudah berada di Tarutung, wilayah yang tidak terdampak bencana, namun merasakan dampaknya karena pasokan BBM dari arah Sibolga terputus. “Antrian SPBU luar biasa. Sampai hari ini masih ada 19 titik atau desa yang masih terisolir dan korban jiwa belum bisa dihitung,” ungkapnya.
Kehadiran tim relawan Yayasan TRAMP diharapkan dapat mempercepat upaya pemetaan kebutuhan, percepatan distribusi bantuan, serta membuka koordinasi dengan otoritas setempat untuk menjangkau desa-desa yang masih terisolasi.

Komentar